Prajogo Pangestu Tetap Teratas, Berikut Daftar Top 5 Terkaya Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Meski harga saham emiten yang dikendalikan melorot sepanjang tahun 2024 berjalan, Prajogo Pangestu masih tetap menduduki posisi paling atas daftar orang terkaya Indonesia. Dirinya berhasil mengalahkan Low Tuck Kwong dan Hartono bersaudara.
Berdasarkan data Forbes real time billionares Indonesia per Kamis (11/4/2024), Prajogo Pangestu mencatatkan total kekayaan senilai US$ 48,2 miliar. Angka tersebut jauh di atas empat orang terkaya lainnya yang masuk dalam daftar top 5 terkaya di Indonesia.
Baca Juga
Daftar 10 Saham Tercuan Sepekan, Ada Saham FWCT hingga Emiten Milik Prajogo Pangestu
Kekayaan Prajogo Pangestu berasal dari lima emiten yang dikuasainya secara langsung maupun tidak langsung melalui grup Barito. Lima emiten tersebut adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Petrochemial Tbk (TPIA), PT Barito Renewabels Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Dengan total kekayaan senilai US$ 48,2 miliar, Prajogo Pangestu menduki peringkat 26 dalam daftar orang terkaya di dunia.
Sedangkan Low Tuck Kwong, pengusaha batu bara kelahiran Singapura dan berkewarganegaraan Indonesia, masih berada dalam daftar orang terkaya peringkat dua di Indonesia. Total kekayaan Low Tuck Kwong mencapai US$ 26,2 miliar.
Baca Juga
Saham BCA (BBCA) Kembali Torehkan ATH Baru, Ternyata Target Harganya masih Tinggi
Sumber utama kekayaannya berasal dari kepemilikan mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yaitu emiten batu bara dengan kapitalisasi terbesar keenam ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 626,66 triliun. Low Tuck Kwong bertindak sebagai pemegang 61,126% saham BYAN.
Adapun R Budi Hartono dengan kekayaan US$ 25,3 miliar dan Michael Hartono dengan kekayaan US$ 24,3 miliar menduki peringkat daftar orang terkaya empat dan lima di Indonesia. Dua bersaudara ini meraup kekayaan dari grup Djarum. Kekayaan terbesar keluarga Hartono juga datang dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Baca Juga
Aset Kripto Rebound, Bitcoin Kembali ke Atas Level US$ 70.600
Sebagiamana diketahui keluarga Hartono melalui PT Dimuria Investama bertindak sebagai pemegang 54,942% saham BBCA. Bank swasta terbesar ini tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI dengan nilai Rp 1.211,17 triliun.
Adapun posisi orang terkaya kelima di Indonesia diduduki Sri Prakash Lohia mencapai US$ 8,5 miliar. Kekayaan pria kelahiran India ini bersumber dari Indorama Corporations, yaitu perusahaan petrokimia dan tekstil besar di Indonesia.

