Prajogo Pangestu Teratas US$ 41,60 Miliar, Berikut Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Nilai kekayaan taipan Prajogo Pangestu kembali melesat menyentuh rekor tertinggi baru US$ 41,60 miliar. Berlanjutnya peningkatan kekayaan pendiri grup Barito tersebut didukung penguatan harga saham-sahamnya, terutama PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN).
Berdasarkan data real time Forbes, nilai kekayaan Prajogo menempati urutan teratas senilai US$ 41,50 miliar dan menempatnya dirinya sebagai orang terkaya di Indonesia dan peringkat 30 dunia. Angka tersebut jauh meningalkan Low Tuck Kwong, peringkat dua terkaya di Indonesia, dengan nilai US$ 27,20 miliar. Di tingkat global, Low menduki peringkat 55.
Baca Juga
Dari mana lompatan kekayaan Prajogo tersebut? Lompatan tersebut didukung kenaikan harga saham milikinya, khususnya BREN. Berdasarkan data penutupan perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/11/2023), nilai kapitalisasi (market cap) BREN berada di teratas kedua setelah menyalip PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Market cap BREN ditutup melesat menembus angka Rp 812,75 triliun, dibandingkan BBRI dengan kapitalisasai pasar Rp 792,10 triliun. Sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih kokoh diperingkat pertama dengan market cap Rp 1.15,63 triliun.
Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali dengan memegang sebanyak 66,73 miliar saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) atau setara dengan 71,19% saham. Hingga penutupan perdagangan saham sesi I, market cap BRPT menembus level Rp 108,27 triliun.
Prajogo melalui BRPT juga bertindak sebagai pengendali BREN dengan kepemilikan 6,51 miliar saham BREN atau setara dengan 64,666%. Sebagaimana diketahui BREN kini merupakan saham dengan kapitalisaswi terbesar kedua di BEI bernilai 812,75 triliun.
Baca Juga
Hingga Oktober, Prajogo Sudah Borong Ratusan Juta Saham Barito Pacifik (BRPT) dari Pasar
Prajogo Pangestu juga tercatat sebagai pengendali PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan kepemilikan 9,56 miliar saham atau 85,07%. Berdasarkan data penutupan perdagangan saham kemarin di BEI, kapitalisasi pasar CUAN telah mencapai Rp 74,47 triliun berkat lompatan harga lebih dari 30 kali lipat terhitung sejak listing perdana 8 Maret hingga penutupan sesi I hari ini.
Selain ketiga perusahaan tersebut, Prajogo Pangestu tercatat sebagai pemegang langsung 7,78% saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Dirinya melalui Barito Pacific (BRPT) juga mengendalikan 34,63% saham TPIA. Hingga penutupan pasar kemarin, kapitalisasi pasar saham TPIA mencapai Rp 251,74 triliun atau masuk dalam daftar top 10 market cap di BEI.
Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong menempati urutan kedua terkaya di Indonesia berkat kepemilikan mayoritas saham di PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, kapitalisasi pasar saham BYAN mencapai Rp 637,49 triliun atau menempati urutan empat posisi terbesar di BEI.
Baca Juga
Low Tuck Kwong sendiri bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 61,055% saham BYAN. Dengan total kepemilikan tersebut, Low Tuck mendapatkan kekayaan dari BYAN mencapai Rp 389,22 triliun.
Low Tuck juga ternyata memegang saham emiten lainnya sebanyak 14,18% saham PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dan sebanyak 7,93% saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS). Dirinya juga disebut pengendali Methis Energy, perusahaan energi terbarukan di Singapura. Low Tuck juga menguasai saham The Farrer Park Company yang bergerak di bidang perhotelan dan kelompok spesialis medis.
R Budi Hartono
Robert Budi Hartono tercatat sebagai taipan dengan kekayaan terbesar ketiga di Indonesia. Kekayaan tersebut bersumber dari sejumlah usaha yang didirikannya.
Robert bersama dengan Michael Bambang Hartono merupakan pengendali grup Djarum. Hartono bersaudara melalui Farindo Holding Ltd juga bertindak sebagai pengendali 51% saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yaitu bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Tanah Air.
Baca Juga
Ruang Pertumbuhan Laba Besar, Saham BCA (BBCA) Ditargetkan Menuju Level Ini
Hartono juga disebut memiliki bisnis rokok Djarum. Grup Djarum juga ekspansi ke bisnis perkebunan kelapa sawit, sektor elektronik di bawah bedera Polytron.
Grup ini juga menjadi pengendali saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), perusahaan pengembang properti, hingga memiliki sistus terpopuler di Indonesia Kaskus.
Michael Hartono
Dirinya bersama dengan Robert Hartono bertindak sebagai pengendali Grup Djarum yang telah memiliki sejumlah sayab bisnis di dalam dan luar negeri. Satu dari beberapa kekayaan terbesarnya selain perusahaan rokok Djarum, yaitu BCA. Sebagaiman diketahui BCA menjadi emiten dengan market cap terbesar di BEI.
Grup Djarum juga ekspansi ke bisnis perkebunan kelapa sawit, sektor elektronik di bawah bedera Polytron.
Grup ini juga menjadi pengendali saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), perusahaan pengembang properti, hingga memiliki sistus terpopuler di Indonesia Kaskus.
Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia tercatat sebagai orang terkaya urutan kelima di Indonesia dengan nilai aset mencapai US$ 8,40 miliar. Pria kelahiran India ini merupakan pemilik grup Indorama Corporation, yaitu perusahaan petrokimia dan tekstil besar di Indonesia.
Indorama awalya memproduksi benang pintal dengan nama Indorama Synthetics. Kemudian, peruahaan ini mendiversifikasi bisnis serat polyester. Dirinya juga memiliki pabrik olefin terintegrasi terbesar di Nigeria dan tercatat sebagai perusahaan petrokima terbesar di Afrika Barat.

