Pertumbuhan Laba Tak Sesuai Harapan, Target Saham Bumi Minerals (BRMS) Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diprediksi mampu untuk mencetak pertumbuhan kinerja keuangan lebih tinggi pada kuartal terakhir tahun ini, seiring pengoperasian penuh pabrik tambang emas kedua.
Sedangkan laba bersih perseroan tahun ini diperkirakan tidak mencapai target, seiring realisasi laba bersih perseroan sampai September 2023 baru mencapai US$ 10 juta. Angka tersebut baru merefleksikan 49,9% dari target Samuel Sekuritas dan 64,5% dari perkiraan konsensus analis.
Baca Juga
Bumi Resources Minerals (BRMS) Temukan Cadangan Baru di Tambang Emas Poboyo
Laporan keuangan BRMS mengungkap kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari US$ 6,48 juta menjadi US$ 10,64 juta hingga September 2023.Kenaikan tersebut didukung atas lonjakan pendapatan perseroan sebanyak 340% dari US$ 8,32 juta menjadi US$ 32,74 juta.
Dirut BRMS Agus Projosasmito mengatakan, kenakan laba bersih tersebut didukung kenaikan produksi emas sebanyak 328% dari 124 kilo gram menjadi 511 kilo gram. Kenaikan juga didukung pertumbuhan rata-rata harga jual dari US$ 1.805 per oz menjadi US$ 1.914 per oz.
Analis Samuel Sekuritas Haikal Putra Samsul dan Juan Harahap mengatakan, ekspektasi pertumbuhan kinerja lebih pesat pada kuartal IV-2023 didukung pabrik emas kedua akan beroperasi penuh. Pertumbuhan juga didukung atas ketidakpastian global yang memicu investor beralih ke aset-aset safe heaven, seperti emas.
“Namun demikian pertumbuhan laba bersih perseroan diprediksi lebih rendah dari perkiraan semula tahun ini dipicu opex lebih tinggi dibandingkan perkiraan semula. Hal ini mendorong kami untuk merevisi turun proyeksi laba bersih BRMS masing-masing 29,3% dan 37% untuk tahun 2023 dan 2024,” tulis Haikal Putra dan Juan Harahap dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (2/11/2023).
Baca Juga
Samuel Sekuritas Indonesia merevisi turun target laba bersih BRMS tahun ini dari US$ 21 juta menjadi US$ 15 juta. Sedangkan target pendapatan dipertahankan dengan perkiraan mencpai US$ 55 juta.
Penurunan target laba bersih tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk memangkas turun target saham BRMS dari Rp 250 menjadi Rp 230 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Meski dipangkas, potensi cuan saham BRMS masih besar, karena saham ini ditutup baru di level Rp 189 per saham.
Agus Projosasmito sebelumnya menyatakan, lonjakan volume produksi yang berimbas terhadap kenaikan pendapatan dkdukung atas pengoperasian pabrik emas ke dua dengan kapasitas terus meningkat. “Kami berharap untuk dapat terus meningkatkan produksi emas kami sejalan dengan estimasi pabrik ke-2 mencapai kapasitas penuh pada kuartal IV-2023,” terangnya.
Baca Juga
Produksi Emas Bumi Minerals (BRMS) Tumbuh 328%, Laba Ikut Terangkat
Perseroan melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals (CPM), sebelumnya telah menyelesaikan konstruksi pabrik emas kedua di Palu dengan kapasitas 4.000 ton bijih emas per hari sejak November 2022. CPM juga mengoperasikan pabrik emas dengan kapaitas 500 ton bijih emas di Palu. Kedua pabrik emas tersebut beroperasi dengan rata-rata pemrosesan 1.500 ton bijih emas per hari sampai September 2023.

