Bumi Minerals (BRMS) Melesat dan Diburu Investor Asing dalam Sebulan, Cek Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil catatkan penguatan harga pesat lebih dari 30,69% dalam sebulan terakhir. Bahkan, saham BRMS masuk dalam daftar top 10 saham yang diborong investor asing dalam sebulan terakhir.
Berdasarkan data BEI, saham BRMS berhasil melesat dari level Rp 378 pada penutupan 9 Mei menjadi Rp496 pada perdagangan intraday sesi I, Kamis (12/6/2025). Rentang pergerakan harga saham BRMS intraday level Rp 486-500.
Baca Juga
Saham Proksi Emas ANTM, BRMS, HRTA, dan UNTR bisa Jadi Pilihan di Tengah Volatilitas Pasar Saham
Terkait transaksi investor asing di BEI dalam sebulan terakhir, BMRS menyumbang senilai Rp 804,52 miliar terhadap total net buy saham BEI dalam sebulan terakhir. BRMS menempati urutan keenam dari daftar top 10 saham yang diburu investor setelah BBRI, ANTM, EMTK, BMRI, dan TLKM dalam sebulan terakhir.
Lalu, bagaimana target harga sahamnya? Samuel Sekuritas dalam riset terakhirnya telah merevisi naik target harga saham BRMS Rp 500 menjadi Rp 550 dengan rekomendasi beli. Revisi naik target tersebut mempertimbangkan kenaikan harga emas, peningkatan produksi, dan tambang Gorontalo Minerals.
Samuel Sekuritas memperkirakan laba bersih BRMS melesat menjadi US$ 53 juta tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 24 juta. Begitu juga dengan pendapatan diproyeksikan melesat dari US$ 162 juta menjadi US$ 302 juta.
Baca Juga
Analis Samuel Sekuritas Juan Harahap dan Hernanda Cahyo dalam riset yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa potensi penguatan kinerja keuangan sudah tampak dari realisasi kuartal I-2025. Di antaranya, laba bersih melesat sebanyak 303,9% menjadi US$ 14 juta. Angka tersebut melampaui estimasi Samuel Sekuritas dan consensus analis.
Kenaikan pesat lab aini didukung atas peningkatan volume penjualan emas mencapai 21,9 ribu koz atau naik 128,1%. Penjualan emas berkontribusi US$ 55 juta yang berimbas terhadap lonjakan EBITDA sebanyak 389,8% menjadi US$ 29 juta.
Sejalan dengan kenaikan rata-rata harga jual emas, BRMS diproyeksikan menggenjot produksi dengan target meningkat menjadi 93 koz tahun ini atau lebih tinggi dari target semula sebanyak 75 koz. Begitu juga dengan rata-rata harga jual emas diproyeksikan naik dari semula US$ 2.800 per oz menjadi US$ 3.221 per oz.

