Manggung Polahraya (MANG) Serap Habis Dana IPO Rp 76,25 Miliar, Cek Peruntukannya
JAKARTA, investortrust.id – Emiten konstruksi, PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) telah membelanjakan seluruh dana hasil Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 76,25 miliar untuk modal kerja Perseroan.
Saham resmi MANG tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Januari 2024. Pada hajatan IPO tersebut MANG menerbitkan 762,50 juta lembar saham biasa atas nama atau 20% dari modal setelah IPO dengan harga perdana saham Rp 100 per sahamnya.
Direktur Utama PT Manggung Polahraya Tbk, Ni Ketut Mariani, mengatakan, pihaknya menerima dana bersih dari IPO sebesar Rp 73,39 miliar, setelah dikurangi biaya-biaya penawaran umum sebesar Rp 2,85 miliar.
Baca Juga
Pasca IPO, Manggung Polahraya (MANG) Bidik Proyek Infrastruktur IKN
“Realisasi dana IPO sesuai dengan rencana sebagaimana yang kami sampaikan dalam prospektus IPO,” urai Ni Ketut Mariani dikutip dari Laporan Penggunaan Dana Hasil IPO kepada Otoritas Jasa Keuangan, Sabtu (20/4/2024).
Berdasarkan prospektus IPO yang disampaikan Perseroan disebutkan, seluruh dana perolehan IPO, setelah dikurangi biaya penawaran umum akan digunakan untuk membiayai modal kerja, seperti biaya pokok yang dibutuhkan perseroan untuk proses konstruksi gedung dan bangunan, pembangunan infrastruktur jalan, produksi aspal hot mix, dan produksi beton ready mix, gaji hingga tunjangan.
Manggung Polahraya merupakan perusahaan pabrik beton yang memproduksi beton ready mix berbagai tingkatan mutu dan pabrik aspal untuk memproduksi aspal hot mix. Sedangkan PT Panca Global Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi.
Pada saat pencatatan perdana saham di BEI, Ni Ketut menyampaikan, pihaknya membidik target pertumbuhan laba bersih sebesar 15% menjadi Rp 20 miliar tahun 2024. Untuk mencapai target laba tadi, MANG mengejar target pendapatan sebesar Rp 180 miliar.
Baca Juga
Jaya Real Property (JRPT) Resmi Operasikan Jurangmangu Tunnel di Bintaro Jaya Xchange
“Pertumbuhan kinerja tahun 2024 akan ditopang penjualan retail aspal beton. Kami juga membidik pendapatan dari proyek-proyek pemerintahan, baik yang bersumebr dari APBN, APBD, maupun sektor swasta,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, pengoperasian pabrik di Lampung dan peningkatan anggaran pemerintah di bidang infrastruktur menjadi peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan laba.
Saat ini Manggung Polahraya memiliki satu pabrik pembuatan aspal beton dengan kapasitas 100 ton aspal per hari.
Perseroan membidik Lampung Tengah untuk area pembangunan pabrik baru karena dinilai belum dijamah kompetitor.
“Kemungkinan kita ke depannya ingin menjajaki untuk memperluas pabrik kita di Lampung Tengah karena kami kan ada maksimal ya penjangkauan untuk pabrik kita asfal itu mungkin paling jauh itu 80 km,” ungkap Ni Ketut Mariani.

