Penurunan Makin Dalam, Saham Bank Jago (ARTO) Jatuh ke Level Terendah Baru
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) kembali terpuruk hingga mencetak level terendah baru dalam tiga tahun terakhir. Penurunan dalam saham tersebut, berbanding terbalik dengan saham bank digital lainnya yang terpantau masih terkendali.
Baca Juga
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ARTO ditutup melemah Rp 55 (2,77%) menjadi Rp 1.930 pada penutupan perdagangan saham Selasa (10/10/2023). Level tersebut merupakan harga terendah saham ARTO terhitung sejak 2 Juli 2022 atau lebih dari tiga tahun terakhir.
Berlanjutnya penurunan harga saham ARTO tersebut berbanding terbalik dengan saham bank digital lainnya, seperti saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) ditutup naik Rp 10 (0,75%) menjadi Rp 1.350 dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dengan kenaikan 0,67% menjadi Rp 300.
Sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/10/2023), ditutup menguat 30,73 poin (0,45%) menjadi 6.922,19. IHSG bergerak hijaui sepanjang sesi I dalam kisaran 6.891-6.954 dengan nilai transaksi Rp 8 triliun.
Baca Juga
Hingga semester I-2023, Bank Jago (ARTO) meraup laba bersih Rp40,51 miliar, naik 40,12% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebanyak 29,85% menjadi Rp832,46 miliar. Pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga naik 169,7% menjadi Rp16,56 miliar. Pendapatan lainnya tumbuh 521,73% menjadi Rp75,79 miliar.
Penguatan IHSG didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur sebesar 3,21%, sektor energi sekitar 0,90%, sektor konsumer primer 0,57%, sektor keuangan 0,39%, sektor sektor industri sekitar 0,28%.
Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor kesehatan sekitar 0,74%, sektor transportasi 0,37%, sektor teknologi 0,17%, dan sektor konsumer non primer 0,08%.

