Penerbitan Obligasi Korporasi 2024 Diprediksi Capai Rp 140 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id – Sinarmas Sekuritas memprediksi tren penerbitan obligasi korporasi sepanjang 2024 akan meningkat dibandingkan 2023, dengan proyeksi mencapai Rp 120 triliun – Rp 140 triliun.
“Lebih tinggi dari pada tahun 2023 sebesar Rp 102,2 triliun,” ungkap Head of Fixed Income Research Sinarmas Sekuritas Aryo Perbongso dalam Bond Market Update, Tantangan & Prospek: Analisis Pasar Obligasi & Ekuitas Indonesia, baru-baru ini.
Sedangkan untuk sektor yang paling banyak menerbitkan obligasi, menurut analisis Aryo adalah sektor keuangan, yang tahun ini memiliki jatuh tempo sebesar 36% dari Rp 128 triliun. Peringkat tersebut diikuti jumlah jatuh tempo obligasi korporasi dari sektor bank 28%, serta pertambangan logam dan mineral sebesar 12%.
Bila data tidak dipisahkan berdasarkan sektor, Sinarmas Sekuritas mengungkapkan nilai jatuh tempo obligasi korporasi yang jatuh tempo tahun ini totalnya Rp 128,3. Nilai jatuh tempo tertinggi ada pada bulan Juli sebesar Rp 24,29 triliun.
Baca Juga
“Salah satu faktor pendorong penerbitan obligasi sektor keuangan adalah keberadaan ekspektasi penurunan FFR (Fed Fund Rate) dan BI rate (suku bunga Bank Indonesia), sehingga akan menurunkan cost of fund company untuk mendapatkan pendanaan agar dapat mengembangkan usahanya,” sambung dia.
Pelaku pasar mengekspektasikan The Fed akan menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini. Secara historis, saat Fed Fund Rate (FFR) dipangkas pada 2019, tren yield US Treasury dan SBN 10 tahun ikut menurun. Namun hal ini turut ditopang penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebanyak empat kali pada periode yang sama.
Sedangkan khusus 2024, Sinarmas Sekuritas mencatat, sektor dengan obligasi yang paling mature alias memiliki jatuh tempo paling besar adalah institusi keuangan dengan nilai Rp 4,3 triliun.
“Telah terbit pula (obligasi senilai) Rp 529 miliar atau sudah mencukupi 12,3% dari total yang jatuh tempo di tahun 2024,” ungkap Aryo lebih lanjut.
Dilihat dari jumlah penerbitan obligasi, dia menyebut bahwa sektor dengan nilai penerbitan terbesar sampai Februari 2024 adalah pulp dan kertas yang mencapai 39% dari total penerbitan obligasi korporasi.
Menurut Sinarmas Sekuritas, tingkat kupon untuk obligasi korporasi adalah kategori single A yaitu 300 basis points (bps). Peringkat single A memberi tingkat kupon paling tinggi tahun ini yaitu sebesar 11,25%.
“Untuk 2024 (Februari) mungkin kita lihat rate kupon obligasi yang paling tinggi adalah kategori single A itu sebesar 11,3%. Sedangkan paling sempit adalah di tingkat AA+ sebesar 6,8%,” tutup Aryo. (CR-10)

