Rupiah Hari Ini Melemah Tipis, Bagaimana Pekan Depan?
JAKARTA, investortrust.id – Rupiah di pasar spot antarbank Jakarta melemah tipis 2 poin pada penutupan perdagangan Jumat (8/12/2023) sore, meski sempat menguat 15 poin. Alhasil Rupiah ditutup pada level Rp 15.490 dari level Rp 15.515 per dolar AS pada hari sebelumnya.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaib menjelaskan, sebagai katalis global, data lowongan kerja dan data payroll swasta menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS sedang melemah. Hal ini berpotensi menyebabkan data nonfarm payrolls (NFP) yang lebih lemah untuk periode November dan akan dirilis hari ini.
“Tanda-tanda pasar tenaga kerja yang melemah akan mengurangi dorongan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Jumat (08/12/2023).
Dia menjelaskan, pengumuman NFP pada Jumat juga terjadi hanya beberapa hari sebelum pertemuan terakhir The Fed untuk tahun ini, di mana bank sentral diperkirakan bakal mempertahankan suku bunganya.
Namun, menurut Ibrahim, pasar masih mencari petunjuk lebih lanjut mengenai kapan The Fed dapat mulai menurunkan suku bunganya tahun depan. Ekspektasi bahwa penurunan suku bunga dapat dilakukan segera setelah Maret 2024, telah mendorong penguatan mata uang Asia dalam beberapa sesi terakhir.
Sedangkan dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2023 meningkat US$ 5 miliar menjadi US$ 138,1 miliar, dibandingkan Oktober 2023. Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan pajak dan jasa.
“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Nilai tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” papar Ibrahim.
Cadangan devisa itu pun, kata dia, dipercaya mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depan, BI memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga
Hal tersebut seiring respons bauran kebijakan yang ditempuh BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Pada perdagangan Senin (11/12/2023), mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif, namun diprediksi ditutup menguat dalam rentang Rp 15.490-15.550,” ujar Ibrahim.(CR-10)

