Gara-gara Tensi Geopolitik Global Naik, Prospek Emiten Properti Naik, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Peningkatan tensi geopolitik barat dengan timur mendorong adanya kecenderungan relokasi pabriknya dari China ke Indonesia, khususnya Jawa Barat. Daerah tersebut menjadi pilihan teratas bagi para investor asing didukung jaringan infrastruktur berupa akses tol dan pelabuhan.
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, relokasi pabrik tersebut akan berdampak positif terhadap peningkatan permintaan tenaga kerja di daerah tersebut. Hal ini diharapkan berimbas positif terhadap permintaan properti ke depan.
Baca Juga
Kinerja Melesat Tahun Lalu, Begini Gambaran Prospek PIK2 (PANI) Tahun 2024
“Pertumbuhan permintaan properti juga didukung rata-rata pertumbuhan tahunan populasi dan urbanisasi yang pesat masing-masing 1,15% dan 1,5% dalam 22 tahun terakhir. Hal ini menjadikan rata-rata pertumbuhan populasi perkotaan mencapai 2,64% per tahun,” terangnya.
Dengan asumsi setiap empat penduduk membutuhkan satu rumah, dia mengatakan, permintaan rumah emingkat sebanyak 1 juta unit per tahun di wilaya perkotaan. Apabilan ditambah backlog perumahan sebanyak 12,7 juta, makan kebutuhan rumah di Tanah Air masih sangat besar.
Tingginya permintaan rumah juga terlihat dari rata-rata pertumbuhan penjualan marketing (marketing sales) pengembang besar di Indonesia mencapai 9,6% per tahun dalam lima tahun terakhir, seperti CTRA, SMRA, BSDE, dan BKSL. “Kami memperkirakan tingkat pertumbuhan ini berlanjut dalam tiga tahun mendatang,” terangnya.
Baca Juga
VKTR Teknologi Mobilitas (VTKR) Raih Pendapatan Bersih Rp 1,062 Triliun
Terkait daerah pengembangan properti yang paling diminati, Niko menyebutkan, Bogor akan menjadi pusat pengembangan properti selanjutnya diikuti Tangerang. Hal ini didukung sejumlah faktor, rata-rata harga properti lebih rendah berkisa Rp 8,5 juta per meter persegi, didukung akses ruas tol, dan adanya pembangunan fase II LRT.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor properti dengan pilihan teratas saham CTRA dengan target harga Rp 1.815, BKSL dengan target harga Rp 250, dan PANI dengan target harga Rp 7.225.
Prospek Emiten Saham Properti
