Book Building IPO, Perusahaan Bir Lovina Beach (SRTK) Pasang Harga Rp 100 - Rp 119
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan yang bergerak sebagai produsen dan distributor minuman beralkohol PT Lovina Beach Brewery (STRK) bakal jadi pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI).
STRK akan melantai di BEI melalui jalur initial public offering (IPO) dengan menawarkan sebanyak 1,180 miliar lembar saham atau 11% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan pasca IPO. Harga nominal IPO dipatok Rp 12 per lembar saham
Perusahaan bir asal Bali ini menawarkan harga IPO saat book building dikisaran Rp 100 – Rp 119 per saham, sehingga berpotensi meraup dana segar Rp 140,42 miliar.
Baca Juga
Harga Beli dan Jual Emas Batangan Antam Turun Rp 6.000, Begini Rinciannya
Bersamaan dengan penawaran saham, Perseroan juga menerbitkan waran seri 1 sebanyak 3,245 miliar lembar. Jumlah waran setara 34,01% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO ini disampaikan.
Berdasarkan prospektus IPO, waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal penjatahan.
Setiap pemegang 100 saham baru SRTK berhak memperoleh waran seri I, di mana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru SRTK yang dikeluarkan dalam portepel. Harga pelaksanaan waran Rp 250 per lembar
Adapun jadwal IPO saham SRTK yaitu: 6-20 September merupakan masa penawaran awal atau book building, 29 September tanggal efektif, masa penawaran umum pada 3-6 Oktober, penjatahan saham pada 6 Oktober, distribusi saham 9 Oktober dan pencatatan saham di BEI pada 10 Oktober 2023.
Baca Juga
Sebagai catatan, kegiatan usaha utama PT Lovina Beach Brewery adalah melakukan distribusi minuman alkohol. Perseroan melalui Perusahaan Anak juga memproduksi minuman alkohol mulai dari proses awal brewing, distilling hingga menjadi produk minuman alkohol yang siap untuk didistribusikan.
Bahan baku utama yang digunakan untuk memproduksi minuman alkohol diimpor dari berbagai negara seperti Jerman, Belgia dan lain-lain.
Perseroan mulai melakukan kegiatan usahanya dalam mendistribusikan minuman beralkohol pada tahun 2010 dimana pada saat itu Perseroan hanya mendistribusikan produk golongan A (produk minuman dengan kadar alkohol sebesar 0% hingga 5%).
Kemudian pada tahun 2016 Perseroan mengembangkan kegiatan usahanya dengan mendistribusikan produk minuman alkohol golongan B (produk minuman dengan kadar alkohol sebesar 5,01% hingga 20,00%) dan golongan C (produk minuman dengan kadar alkohol sebesar 20,01% hingga 55,00%).

