Target Saham BRIS masih Tinggi, Intip Faktor Pendorongnya
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) masih menggiurkan didukung ekspektasi kinerja keuangan hingga September 2023 bakal sesuai ekspektasi. Target tersebut juga didukung pulihnya simpanan dengan pertumbuh mulai pesat jelang akhir tahun.
Indo Premier Sekuritas dalam riset terakhirnya menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 5,38 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 4,26 triliun. Pendapatan perseroan juga diprediksi bertumbuh dari Rp 19,29 triliun menjadi Rp 19,72 triliun.
Baca Juga
“Berdasarkan dikusi kami dengan manajemen BRIS terungkap bahwa kinerja keuangan perseroan bertumbuh sesuai ekspektasi hingga September 2023. Dengan demikian laba bersih perseroan diperkirakan mencapai Rp 4,2 triliun hingga September 2023 atau setara dengan 77% dari target kami dan consensus analis,” tulis analis Indo Premier Jovent Muliadi dan Anthony dalam riset yang diterbitkan baru-baru ini.
Kedua analis tersebut memperkirakan pertumbuhan laba sampai kuartal III-2023 tersebut ditopang atas ekspektasi penurunan biaya kredit menjadi 1,5%, dibandingkan semester I-2023 masih mencapai 1,6%. Namun demikian marigin keuntungan bersih (NIM) perseroan berpotensi turun akibat tren peningkatan biaya pendanaan.
Baca Juga
Sekuritas Asing Ini Patok Kenaikan Laba Bank Jago (ARTO) 49% pada Semeter II, Simak Ulasannya
Terkait realisasi keuangan perseoran hingga Agustus 2023, Indo Premier Sekuritas mengungkap, telah melampaui ekspektasi bersamaan dengan penurunan provisi. Sedangkan dampak buruk musibah teknoli informasi perseroan pada Mei 2023 hanya berimbas sementara terhadap simpanan perseroan. Simpanan dalam beberapa bulan terakhir berangsur-angsur pulih dengan ekspektasi pertumbuhan lebih pesat.
Berbagai faktor tersebut mendorong Indo Premier Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BRIS dengan target harga Rp 2.100. Bahkan, saham BRIS ditetapkan sebagai pilihan atas setelah perseroan kembali berhasil menarik kepercayaan masyarakat untuk meningkatkan simpanan.

