Butuh Modal Kerja, Bank IBK (AGRS) Siap Rights Issue 11,71 Miliar Saham
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) mengumumkan rencana melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
Melalui aksi korporasi ini, AGRS akan menerbitkan saham baru sebanyak 11,71 miliar lembar saham dengan harga nominal Rp 100 per unit.
Sekretaris Perusahaan PT Bank IBK Indonesia Tbk, Sri Suhartin, mengatakan, pihaknya akan meminta persetujuan pemegang saham terkait aksi korporasi Penawaran Umum Terbatas VI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 13 Januari 2024.
Baca Juga
‘’Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut bergantung pada keperluan dana Perseroan dan harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas VI,’’ urai Sri dikutip dalam pengumuman Penawaran Umum Terbatas VI yang dilansir, Jumat (5/1/2024).
Lebih lanjut disampaikan, dalam hal terjadi perubahan jumlah maksimum saham yang akan diterbitkan, maka Perseroan akan mengumumkannya bersamaan dengan iklan Panggilan Rapat yaitu pada hari Senin, tanggal 22 Januari 2024.
Adapun dana hasil penambahan modal dalam Penawaran Umum Terbatas VI ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan oleh Perseroan untuk keperluan modal kerja Perseroan.
Baca Juga
Disuntik PMN Rp 10 Triliun, PII Mampu Menjamin Proyek Infrastruktur Rp 474 Triliun
Sebelumnya, Perseroan mengumumkan perolehan kinerja kuartal III-2023 dengan mencatat pertumbuhan laba sebesar 120,9% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 154,91 miliar.
Kenaikan laba didorong oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp 377,17 miliar per kuartal III-2023, Adapun net interest margin tercatat sebesar 2,76%.
Adapun terkait kredit, IBK Bank mencatat sebesar Rp 9,29 triliun per September 2023, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,06 triliun. Loat to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 99,5% sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp 9,34 triliun.
Sedangkan posisi non performing loan (NPL), bank asal Korea mencatatnak NPL Gross sebesar 1,64%.

