Saham PGAS Tancap Gas, Target Harganya Ternyata Dinaikan
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) terpantau bullish pada perdagangan Sesi I hari ini, Selasa (21/11/2023).
Saham entitas Pertamina tersebut tercatat menguat 3,06% ke level Rp 1.180 per saham, dengan volume transaksi sebanyak 204.238 ribu lot. Antrian harga saham tertinggi berada pada level Rp 1.175 sebanyak 16.493 lot.
Sejumlah sekuritas memberikan rating buy pada saham PGAS, termasuk tim Research BNI Sekuritas, yang mempertahankan rekomendasi buy dengan untuk periode 12 bulan.
BNI Sekuritas memperhitungan prospek cerah bisnis PGAS seiring potensi marjin yang lebih kuat dan kenaikan harga minyak hingga tahun 2024. Selain mempertahankan rating beli, BNI Sekuritas juga menaikan target price saham ini menjadi Rp 1.900 per saham.
Baca Juga
‘’Target 1.900 berdasarkan EV/EBITDA proyeksi 2024 sebesar 3,5 kali (1,1 standar deviasi di bawah rata-rata jangka panjang),’’ tulis Tim BNI Sekuritas dalam riset yang diterbikan, Selasa (21/11/2023).
Terkait sentimen harga minyak, BNI Sekuritas memandang potensi kenaikan sebesar 6% menjadi US% 86 per barel tahun 2024, akibat perang di Timur Tengah yang berkepanjangan. ‘’Untuk itu kami menyesuaikan estima laba bersih PGAS sebesar 3%-16% pada tahun 2023-2025,’’ ulas BNI Sekuritas.
Sementara dari sisi margin, diyakini akan tetap kuat meskipun belum ada kepastian PGAS mendapat kenaikan harga gas. Sementara dari sisi volume distribusi gas, Tim Research BNI Sekuritas menurunkan perkiraannya sebesar 1%-11% pada periode 2023-2025, terutama karena penurunan pasokan dari Blok Corridor.
Dikatakan, hingga saat ini PGAS belum memperpanjang kontrak pasokan gas dari Blok Corridor dengan Medco Energy Indonesia yang akan berakhir pada akhir tahun 2023. Meski demikian, PGAS memperkirakan Blok Corridor akan tetap memasok gas meski dengan volume yang lebih rendah based on mutual understanding.
Baca Juga
PGAS Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Arcandra Tahar 'Lengser'
‘’PGAS memperkirakan penurunan prospek volume distribusi gas di masa depan karena PGAS hanya akan menggantikan pasokan gas yang berkurang hingga 13 bbtud dengan LNG miliknya sendiri (dibandingkan dengan tingkat sebelumnya yang sekitar 70 bbtud),’’ papar BNI Sekuritas.
Dengan perkembangan terkini, disimpulkan bahwa prospek marjin distribusi gas PGAS masih akan stabil pada tahun 2023 – 2025 sebesar US$1,6/mmbtu per tahun, sekali lagi meskipun belum ada kepastian untuk menaikkan harga.
Sementara, berdasarkan laporan kinerja kuartal III-2023, PGAS mencatatkan pendapatan sebesar US$ 2,7 miliar tumbh 1,9% YoY), Kemudian EBITDA tercatat sebesar US$ 757 juta turun 11% YoY.
Sedangkan laba bersih inti pada kuartal III-2023 sebesar US$ 220 juta, turun 24% YoY. ‘’Penurunan laba di bawah perkiraan tim Research BNI Sekuritas, terutama karena bagian laba JV lebih rendah dari perkiraan,’’ ulasnya.
