Harga Terkoreksi 13,41%, Beli atau Jual Saham Telkom (TLKM)? Begini Pandangan Analis
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) telah anjlok lebih dari 13,41% sepanjang year to date (ytd) menjadi Rp 3.430 pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/4/2024). Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan dua saham emiten telekomunikasi lainnya yang masih mencatatkan penguatan.
Penurunan tersebut menjadikan saham TLKM kini memasuki level intraday terendah baru terhitung sejak 31 Oktober 2023. Selain itu, TLKM menjadi saham yang paling banyak dilepas pemodal asing dalam beberapa pekan terakhir. Kemarin, net sell saham TLKM capai Rp 185,08 miliar.
Baca Juga
Usai Umumkan Kenaikan Laba, Kira-kira Begini Potensi Dividen Telkom (TLKM)
Data BEI mengungkap bahwa TLKM tercatat sebagai saham telekomunikasi dengan penurunan paling besar ytd. Dua operator telekomunikasi lainnya, seperti PT Indosat Ooredoo Hutchinson Tbk (ISAT) masih mencatatkan penguatan dari level Rp 9.375 pada penutupan akhir tahun lalu menjadi Rp 10.925 pada perdagangan intraday hari ini.
Begitu juga dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL), Begitu juga dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL), yaitu emiten telekomunikasi terbesar kedua ini menorehkan penguatan harga saham ytd dari level Rp 2.000 akhir 2023 menjadi Rp 2.280 pada perdagangan intraday hari ini.
Baca Juga
Trafik Naik 10%, Telkom (TLKM) Tambah Kapasitas BTS Jelang Lebaran 2024
Secara kinerja, Telkom (TKM) masih berhasil torehkan pertumbuhan sepanjang tahun 2023, meskipun tingkat pertumbuhan mengecil. Laba bersih tahun lalu naik dari Rp 24,56 triliun menjadi Rp 24,90 triliun. Begitu juga dengan pendapatan naik dari Rp 149,21 triliun menjadi Rp 151,91 triliun.
Lalu, apakah masih menjanjikan saham operator telekomunikasi terbesar di Indonesia ini? Analis Sucor Sekuirtas Paulus Jimmy masih mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga dipangkas menjadi Rp 4.300.
Meski target harga dipangkas, potensi cuan saham dari operator telekomunikasi terbesar di Indonesia ini tetap menggiurkan. Dengan target harga Rp 4.300 terbuka peluang kenaikan saham ini hingga 25,36%.
Paulus mengatakan, industri telekomunikasi memang masih menghadapi tantangan berat pengetatan kompetisisi, apalagi dua operator telekomunikasi lainnya ISAT dan EXCL tengah gencar mendongkrak penetrasi pasar di sejumlah daerah.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Sebut Data Center Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kinerja
Secara industri, dia mengatakan, masih terbuka peluang bagi operator telekomunikasi untuk menaikkan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU), walaupaun berada di tengah peningkatan kompetisi. Sedangkan berlanjutnya efisiensi, fokus pengembangan data center, dan aset fiber akan menjadi penguat nilai perusahaan di masa mendatang.
Sedangkan secara risiko, Paulus mengatakan, Telkom sedang menghadapi pengetatan kompetisi dan peluang peningkatan biaya operasional. Sucor Sekuritas mempertahankan perkiraan kenaikan satu digit kinerja Telkom tahun ini dengan target pendapatan dan laba bersih diprediksi bertumbuh masing-msing menjadi Rp 151,92 triliun dan Rp 24,90 triliun.
Prospek Kinerja Keuangan TLKM
Sumber: Sucor Sekuritas

