Prospek Saham Gudang Garam (GGRM) Menguat Didukung Dua Faktor Ini
JAKARTA, Investortrust.id – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) telah mengimplementasikan strategi baru yang berpusat terhadap penguatan margin keuntungan. Penguatan margin keuntungan juga datang dari emiten perusahaan rokok lainnya, sehingga secara kompetisi berjalan sehat.
“Kami percayabahwa para pesaing juga menerapkan pendekatan serupa sebagai respons terhadap kenaikan cukai berturut-turut selama dua tahun terakhir. Hal ini membuat emiten rokok menaikkan rata-rata harga jual yang diharapkan menopang pertumbuhan margin keuntungan Gudang Garam ke depan,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Rut Yesika Simak dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga
Mirae Asset Sekuritas memperkirakan rata-rata pertumbuhan tahunan EBIT dan laba bersih diperkirakan berkisar 23% pada 2022-2018. Sedangkan pertumbuhan pendapatan diprediksi cenderung melambat sekitar 1%.
Selain faktor tersebut, Mirae Asset Sekuritas menyebutka, saham GGRM layak dicermati sejalan dengan total dividen yang besar. Selam aini, perseroan tercatat sebagai emiten dengan rasio dividen besar didukung kas yang besar dan belanja modal minimal.
Mirae Sekuritas menyebutkan bahwa perseroan secara konsisten mempertahankan rasio pembayaran dividen yang besar dengan rata-rata 71% selama periode 2016 - 2019.
Baca Juga
“Kami mengantisipasinya, seiring dengan terus menguatnya kinerja operasional perusahaan,GGRM akan tetap melanjutkan praktik pembagian dividenbesar ke depan. Bahkan, kami memeprkirakan total dividen tahun 2024 sekitar Rp 5 triliun tahun 2024,” terang Ruti Yesika.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Sekuritas untuk memeprtahankan rekomendasi beli saham GGRMd engan target harga Rp 30.000 per saham. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE sekitar 9,3 kali tahun 2023 dan mencapai 8,9 kali pada 2024.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Menguat, Pemodal Disarankan Hindari Tiga Saham Ini
Target harga tersebut juga mempertimbangkan estimasi lompatan laba bersih perseroan menjadi Rp 6,21 triliun tahun 2023, dibandingkan perolehan taun 2022 senilai Rp 2,78 triliun. Sedangkan penjualan diprediksi cenderung turun dari Rp 124,68 triliun menjadi Rp 116,79 triliun.
Sumber: Mirae Asset Sekuritas

