Amman Mineral (AMMN) Habiskan Dana Eksplorasi Rp 101,26 Miliar di Kuartal I-2024
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan tambang tembaga dan emas milik Keluarga Panigoro, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menggelontorkan dana eksplorasi sebesar US$ 6,38 juta atau sekitar Rp 101,26 miliar (kurs JISDOR Rp 15.873 per dolar AS).
Eksplorasi dilakukan oleh anak usaha AMMN, yaitu PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk periode 1 Januari 2024 hingga 31 Maret 2024 (kuartal I-2024).
Manajemen PT Amman Mineral Internasional Tbk menyampaikan, ekplorasi yang dilakukan AMNT terbagi pada tiga lokasi, terdiri atas Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Blok I, II, dan III yang berlokasi di Sumbawa.
Baca Juga
“Sedangkan untuk Blok IV Lampui, tidak ada kegiatan eksplorasi di kuartal IV-2024,” urai Manajemen PT Amman Mineral Internasional Tbk dalam laporan keterbukaan informasi yang dilansir, Rabu (10/4/2024) malam.
Secara rinci, kegiatan eksplorasi tersebut yaitu, pada Blok I Batu Hijau, Perseroan menggelontorkan dana US$ 3,18 juta. Biaya tersebut menghasilkan 30 lubang bor termasuk yang sudah selesai maupun yang masih berlangsung (14.561,6 m), dengan 4.501 sampel dikirimkan ke lab.
Kemudian untuk Blok II Elang, biaya yang dikeluarkan sebesar US$ 2,61 juta dengan menghasilkan l 6 lubang bor termasuk yang telah selesai ataupun yang masih berlangsung (3.021,8 m). Kemudian pada Blok Alma dikerjakan 5 lubang bor termasuk yang sudah selesai dan yang masih berlangsung (1.871,8 m).
“Sejumlah 1.655 sampel inti batuan telah dikirimkan ke lab. Sebu Timur - 10 sampel batuan dikirimkan ke lab,” ulas Manajemen AMMN.
Baca Juga
Sedangkan pada Blok III Rinti biaya yang dikeluarkan sebesar US$ 0,59 juta dengan mengahasilkan 2 lubang bor, termasuk yang telah selesai dan yang masih proses (1.374,0 m), 646 sampel inti batuan dan 66 sampel batuan telah dikirimkan ke lab.
Manajemen AMMN menyebut pihaknya akan melanjutkan kegiatan ekplorasi masing-masing blok pada kuartal II-2024.
Sebelumnya Manajemen PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengumumkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 76,94% menjadi US$ 252,14 juta pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,11 miliar.
Manajemen dalam rilis kinerja keuangan di Jakarta, Rabu (27/3/2024) menyebutkan, penurunan tersebut sejalan dengan anjloknya penjualan bersih perseroan dari US$ 2,83 miliar menjadi US$ 2,03 miliar. Laba operasional anjlok dari US$ 1,52 miliar menjadi US$ 767,22 juta.
Selain penurunan pendapatan, perseroan mengungkapkan bahwa penurunan laba bersih dipicu atas peningkatan bea ekspor baru sebesar 10% dan kewajiban bagi hasil sebesar 10%. “Ini merupakan tahun yang berat, namun kami mencapai kemajuan signifikan pada kuartal IV-2023,” tulis Manajemen AMMN.
Penurunan juga dipengaruhi atas pelemahan volume produksi dan penjualan tembaga hingga emas perseroan tahun lalu. AMMN mencatatkan penurunan produksi konsentrat sebanyak 32% menjadi 541 ribu metrik ton kering. Penjualan konsentrat juga turun 32% menjadi 548,31 ribu metrik ton.
Begitu juga dengan volume penjualan tembaga turun 33% menjadi 304 juta pon dan penjualan emas turun 35% menjadi 455 kilo ons. Sebaliknya harga tembaga naik 6% dan harga emas meningkat sebanyak 12% sepanjang tahun lalu.

