Indomobil (IMAS) Kantongi Dividen dari Anak Usaha Rp 28 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mengantongi dividen tunai interim dari entitas usahanya PT Wahana Inti Selaras (WIS) sebesar Rp 28 miliar.
Sekretaris Perusahaan PT Wahana Inti Selaras, Heryanto Ali, mengatakan, dividen tunai interim diberikan kepada pemegang saham Perseroan, termasuk Indomobil pada tanggal 27 Desember 2023.
‘’Pembagian dividen telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham WIS pada tanggal 27 Desember 2023,’’ ulas Heryanto.
Selain Indomobil, dividen diberikan kepada PT IMG Sejahtera Langgeng sebesar Rp 172 miliar, sehingga total dividen yang dibagikan Perseroan mencapai Rp 200 miliar.
Baca Juga
Saham Indomobil (IMAS) dan Anak Usahanya (IMJS) Mendadak Terbang ARA, Isu Ini Pemicunya
Untuk diketahui PT Wahana Inti Selaras merupakan anak usaha IMAS yang bergerak di bisnis distributor dan manufaktur berbagai merek automotive di Indonesia.
Melalui anak perusahaannya, WIS menjadi distributor dan delaer dari banyak merek alat terkenal kelas dunia, seperti Volvo Trucks, Volvo CE, Renault Trucks, Kalmar Port Equipment, dan Manitou Material Handler.
Sementara terkait kinerja IMAS, hingga kuartal III-2023 tercatat mencetak kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 14,71% menjadi Rp 385,15 miliar.
Baca Juga
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba IMAS tercatat Rp 335,75 miliar. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan lompatan pendapatan perseroan dari Rp 18,70 triliun menjadi Rp 21,93 triliun. Laba kotor juga naik dari Rp 3,89 triliun menjadi Rp 4,54 triliun.
Perseroan kemudian mencatatkan kenaikan laba usaha dari Rp 1,41 triliun menjadi Rp 1,94 triliun. Sedangkan beban keuangan perseroan naik dari Rp 1,13 triliun menjadi Rp 1,54 triliun.
Peningkatan laba bersih tersebut menjadikan laba per saham dasar perseroan meningkat dari Rp 84,06 per saham menjadi Rp 96,43 per saham.
IMAS juga membukukan kenaikan total aset dari Rp 57,44 triliun menjadi Rp 60,91 triliun. Begitu juga dengan total liabilitas naik dari Rp 43,27 triliun menjadi Rp 46,41 triliun.

