Saham Indomobil (IMAS) dan Anak Usahanya (IMJS) Mendadak Terbang ARA, Isu Ini Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id –
JAKARTA, investortrust.id –
Saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) dan anak usahanya PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) mendadak melesat hingga auto reject atas (ARA). Sebaliknya saham PT Astra International Tbk (ASII) melorot pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/12/2023).
Berdasarkan data BEI, saham IMAS melesat Rp 300 (24,69%) menjadi Rp 1.515. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.210-1.515 sepanjang hari ini. Meski naik, harga tersebut masih jauh di bawah harga tertingginya Rp 3.200 pada 8 Mei 2023.
Baca Juga
Emiten Otomotif Grup Salim Indomobil (IMAS) Resmi Akuisisi Saham Mercedes-Benz
Begitu juga dengan saham IMJS melesat hingga cetak ARA setelah membukukan kenaikan Rp 66 (25%) menjadi Rp 330. Saham perusahaan yang bergerak di bidang keuangan ini bergterak dalam rentang Rp 256-330.
Sebaliknya saham ASII bergerak di zona merah terhitung sejak awal perdagangan. Menjelang penutupan pasar, saham ASII terkoreksi sebanyak Rp 100 (1,78%) menjadi Rp 5.525.
Analis Stocskbit Sekuritas Michael Owen Kohana dalam riset hariannya, Kamis (21/12/2023) menyebutkan, lompatan harga saham IMAS sejalan dengan munculnya kabar penghentian pengiriman mobil Daihatsu di Jepang akibat skandal uji keselamatan.
Sebagaiman diketahui IMAS merupakan distributor sejumlah merek mobil di Indonesia, seperti Nissan, Suzuki, Kia, Audi, dan Mercedes Benz.
Baca Juga
Insentif Mobil Listrik Bertambah, Tantangan Astra International (ASII) Bertambah
Dia melanjutkan, skandal uji keselamatan Daihatsu dan Toyota berpotensi menimbulkan penurunan persepsi keselamatan produk-produk Daihatsu dan Toyota, sehingga dapat menyebabkan peralihan ke merek-merek lain.
Satu dari beberapa distributor mobil yang diuntungkan adalah IMAS. Hingga November 2023, dua merek terbesar IMAS, yakni Suzuki dan Nissan, memiliki pangsa pasar sebesar 8% dan 0,2%. Angka tersebut memang jauh di bawah market share Toyota dan Daihatsu masing-masing 33,3% dan 19%.

