Sambut Transisi Energi, Ancara Logistics (ALII) Incar Angkutan Komoditas Non-coal
JAKARTA, investortrust.id – PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) merancang strategi bisnis perusahaan guna mengantisipasi bila batu bara tidak lagi digunakan, akibat transisi ke energi bersih. Presiden Direktur Ancara Logistics Indonesia Faisal Mohamad Nur menyebut, pihaknya ikut mempelajari bisnis pengangkutan komoditas selain batu bara (non-coal), salah satunya nikel.
“Kami juga pelajari komoditas apa yang bisa kami angkut selain coal. Ini mungkin nikel, lalu iron cell, bisa kami angkut ke Cina untuk mereka bangun solar cell,” ujar Faisal dalam wawancara khusus dengan Instortrust.id.
Baca Juga
Manajemen mengaku tidak khawatir dengan rencana pemerintah menghentikan penggunaan batu bara untuk pembangkit listriknya. Sebab, Ancara Logistics memiliki visi menjadi pemimpin di industri jasa pengangkutan komoditas dengan pelayanan lengkap (end to end services), meliputi transportasi pengapalan dari eksplorasi, produksi, sampai ke pelanggan.
Investasi untuk PLTU
Dengan visi tersebut, Faisal menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada bisnis pengapalan menggunakan tongkang, namun bisnis logistik secara luas. Khusus saat ini, perseroan masih menggarap coal barging karena memiliki dua pelanggan perusahaan tambang batu bara.
“Investasi (untuk PLTU) apakah stop? Ternyata nggak juga,” ujar dia.
Meski bergerak di bisnis pendukung batu bara, lanjut Faisal, perusahaan sudah turut menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatannya. Dari segi sosial, perusahaan telah merekrut lebih dari 90% pekerja dari wilayah lokal Kalimantan Timur, meliputi petugas conveyor belt, petugas keamanan, hingga operator alat berat.
“Jadi, bicara memberdayakan masyarakat, sudah jalan dari situ,” imbuhnya.
Baca Juga
Pasok Listrik Pulau Sumatera, PTBA Resmi Operasikan PLTU Sumsel-8
Dari sisi lingkungan, Ancara Logistics turut membangun settling pond untuk menampung air dari stockpile kala hujan. Emiten baru yang terafiliasi dengan Bakrie Group ini juga memiliki tempat pengolahan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) di wilayah kerjanya.
“Tentunya sebagai organisasi (perusahaan) terbuka, kami tidak hanya sampai situ. Salah satu pilar bisnis kami kan mengenai continuous improvement. Kami selalu bergerak mencari peluang untuk perbaikan, karena kami nggak bisa statis, mesti bergerak terus. Jadi, room for improvement selalu ada,” tandas Faisal.
Kepedulian perusahaan pada prinsip ESG, juga demi bisnis yang berkelanjutan. Hal ini tidak lepas dari minat investor global yang kini turut mempertimbangkan hal tersebut. Manajemen Ancara Logistics berharap, upayanya memperhatikan lingkungan dapat turut dilihat investor asing.
