Tawarkan Kupon hingga 9,50%, Barito (BRPT) Rilis Obligasi Rp 1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Pacific Tbk Tbk (BRPT) akan menggelar penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi III tahap II senilai Rp 1 triliun. Surat utang ini akan diterbitkan dalam dua seri dengan tenor yang berbeda-beda.
Penawaran obligasi ini bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan III dengan total Rp 3 triliun. Perseroan sebelumnya telah menuntaskan penerbitan obligasi tahap I senilai Rp 1 triliun.
Baca Juga
Aneh! Kuasai Saham BREN Rp 452,03 Triliun, Tapi Market Cap BRPT Hanya Rp 100,30 Triliun
Manajemen perseroan dalam prospektus yang diterbitkan, Kamis (9/11/2023) menyebutkan, obligasi tersebut diterbitkan dalam dua seri, yaitu seri A senilai Rp 700 miliar bertenor tiga tahun dengan tingkat kupon 8,50%.
Sedangkan seri B senilai Rp 300 miliar dengan tenor lima tahun. Seri ini dilepas dengan tingkat kupon 9,50% per tahun.
Terkait penggunaan dana, perseroan menyebutkan dana senilai Rp 271 miliar akan digunakan untuk pembayaran penuh atas sisa saldo utang obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap I Tahun 2019 Seri B, senilai Rp136 miliar untuk pembayaran penuh atas sisa saldo utang obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap II Tahun 2020 Seri B, dan sebesar Rp86,31 miliar untuk pembayaran sebagian atas sisa saldo utang Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap III Tahun 2020 Seri C.
Baca Juga
Hingga Oktober, Prajogo Sudah Borong Ratusan Juta Saham Barito Pacifik (BRPT) dari Pasar
Perseroan juga mengalokasikan sebesar Rp185,60 miliar untuk pembayaran penuh atas sisa saldo utang Obligasi Berkelanjutan II Barito Pacific Tahap II Tahun 2022 Seri A, sebanyak US$ 9,55 juta atau sekitar Rp152,92 miliar untuk pembayaran sebagian utang berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor: 117 tanggal 21 September 2021.
Perseroan juga mengalokasikan dana senilai US$ 10 juta atau setara dengan sekitar Rp160 miliar untuk pembayaran sebagian utang berdasarkan Facility Agreement for US$ 252,7 juta term loan/Standby Letter of Credit Facility pada 5 Agustus 2020 yang dibuat perseroan sebagai debitur dan Bangkok Bank Public Company Limited sebagai Kreditur.
Sebelumnya, Prajogo Pangestu selaku pengendali BRPT terpantau telah merealisasikan penambahan sebanyak 313,43 juta saham BRPT terhitung sejak awal tahun hingga akhir Oktober 2023 atau sepanjang 2023 berjalan.
Baca Juga
Aneh! Kuasai Saham BREN Rp 452,03 Triliun, Tapi Market Cap BRPT Hanya Rp 100,30 Triliun
Prajogo terlihat aktif mengakumulasi saham BRPT dalam beberapa bulan terakhir. Dengan aksi tersebut menjadikan total kepemilikan sahamnya bertambah dari akhir tahun lalu sebanyak 66,42 miliar saham BRPT atau 70,85% menjadi 66,73 miliar saham atau menjadi 71,19%.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham BRPT di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/11/2023) bahwa Prajogo Pangestu menguasai sebanyak 66,73 juta saham BRPT hingga akhir Oktober, dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 66,72 miliar saham.
