3 Saham Ini Diprediksi Menguat pada Pekan Terakhir Jelang Libur Lebaran
JAKARTA, investortrust.id – Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani merekomendasikan 3 saham yang diprediksi menguat pada perdagangan pekan terakhir jelang libur Lebaran 2024.
Dikatakan, saat ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang menguji support harga rata-rata saham 50 hari terakhir (MA50).
Menurutnya, jika tidak mampu bertahan maka IHSG berpotensi untuk terus turun ke level 7.180 - 7.200.
Untuk diketahui, IHSG ditutup melemah 0,7% dalam sepekan lalu, ke level 7.288 pada akhir perdagangan Kamis, (28/03/2024).
Dimas mengimbau para trader memerhatikan inflasi inti tahunan Indonesia, persiapan libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan Non-Farm Payroll AS Bulan Maret.
Baca Juga
Laba Prima Cakrawala (PCAR) Melesat 86%, Tapi Sahamnya Tetap “Gocap”
“Tepat pada 1 April Indonesia akan merilis data inflasi inti tahunan untuk bulan Maret. Berdasarkan konsensusnya, inflasi inti tahunan Indonesia akan berada di level 1,7%,” ujar Dimas melalui keterangan resmi Minggu, (31/3/2024)
Pada bulan sebelumnya, indikator ini berada di level 1,68%. Meskipun secara konsensus mengalami peningkatan, namun menurut Dimas angka ini masih berada di dalam rentang target yang ditetapkan oleh BI yakni inflasi tahunan di 2024 sebesar 2%.
Selain itu, terkait sentimen persiapan libur panjang Hari Raya Idulfitri, kata Dimas, fenomena tahunan ini akan berdampak pada pengeluaran masyarakat dan transaksi harian di bursa.
“Pengeluaran masyarakat akan meningkat pada masa ini dan berpotensi memberikan katalis positif untuk emiten consumer untuk kuartal-II nanti, sedangkan transaksi di bursa akan berlaku sebaliknya,” terang dia.
Umumnya orang akan melakukan penarikan dana dari RDN-nya menjelang libur Lebaran, ditambah dengan persiapan mudik yang membuat transaksi harian bursa menurun pada masa ini.
Baca Juga
Restrukturisasi Berjalan, WSBP Bayar Cicilan Utang CFADS Rp 76,4 Miliar
Selanjutnya, terkait sentimen Non-Farm Payroll AS Bulan Maret, pada Jumat akhir pekan ini akan rilis data ketenagakerjaan yang menggambarkan kondisi ekonomi di AS dan tingkat inflasi di sana.
“Berdasarkan konsensusnya NFP untuk bulan Maret atau penambahan tenaga kerja diprediksi akan mendapat tambahan tenaga kerja sebesar 200 ribu,” ucap dia.
Pada bulan sebelumnya, NFP tercatat tambahan tenaga kerja sebesar 275 ribu, yang jauh berada di atas konsensusnya yang hanya sebesar 200 ribu. Sehingga, ini menandakan kuatnya kondisi tenaga kerja di AS saat ini.
"Ketika data tenaga kerja menunjukkan hal yang positif dengan banyaknya tambahan tenaga kerja berimbas terhadap berputarnya roda ekonomi. Namun di sisi lain, jika hal ini tidak dapat dikendalikan dengan baik, bisa membuat tingkat inflasi semakin menjauh dari target yang ditetapkan oleh The Fed di 2024 yakni 2%," pungkasnya.
Adapun rekomendasi 3 saham untuk trading pada minggu ini hingga Jumat 5 April 2024, yakni :
Buy on Breakout PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Support : 2.500, Resistance : 3.300.
Buy on Pullback PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
Support: 9.100, Resistance: 10.000
Buy on Breakout PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)
Support : 1.300, Resistance : 1.500.

