Kembangkan Bisnis Air Bersih, Anak Usaha Nusantara Infrastructure (META) Raih Kredit Rp 250 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Anak Usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) di sektor air bersih, PT Potum Mundi Infranusantara (Potum) memperoleh fasilitas kredit sebesar Rp 230 miliar dari Bank Mandiri.
Fasilitas kredit ini ditandatangani oleh Potum selaku debitur dan PT Bank Mandiri selaku kreditor pada tanggal 18 Desember 2023.
Direktur Utama PT Potum Mundi Infranusantara, Ridwan Irawan mengatakan, dukungan pembiayaan ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis usaha Potum dan kedua anak usahanya yakni PT Sarana Catur Tirta Kelola (SCTK) di Serang Banten dan PT Dain Celicani Cemerlang (DCC) di Medan.
“Fasilitas kredit ini diharapkan dapat mendukung pengembangan proyek strategis Potum dan anak usahanya, sekaligus untuk memperkuat stabilitas finansial Perusahaan ke depannya. Kami juga berharap dukungan pembiayaan ini akan memberikan dampak positif pada kegiatan operasional dengan meningkatkan nilai aset dan value perusahaan dan anak usahanya,” urai Ridwan dalam keterangan tertulis yang dikutip, Rabu (27/12/2023).
Baca Juga
Go Private, META Sebut Tender Offer Rp 250 Premium 34% di Atas Rata-Rata Harga Saham
Saat ini, Potum menyediakan air bersih untuk mendukung kebutuhan di kawasan-kawasan industri dan Perusahaan Daerah Air Minum atau (PDAM) melalui anak usahanya, SCTK yang memiliki kapasitas 350 liter/detik dan DCC 200 liter/detik.
Selain itu, perusahaan juga membuka peluang dan potensi pendistribusian air bersih ke pelanggan rumah tangga, perkantoran, fasilitas sosial & pelanggan lainnya dan mendukung pelestarian lingkungan agar kebutuhan air bersih dapat dipenuhi tanpa mengambil air dari tanah.
Ridwan menambahkan saat ini industri air di Indonesia masih terdesentralisasi, sumber airnya melimpah namun belum terdistribusi secara merata di berbagai wilayah.
“Di SCTK Serang dan DCC Medan sendiri potensinya masih sangat besar untuk terus dikembangkan, di tahun depan harapannya proyek sambungan baru yang dapat mulai dilaksanakan. Kami pun sedang mengevaluasi berbagai pengembangan proyek di kota-kota lain untuk men-suplai kebutuhan industri dan residensial,” kata dia.
Baca Juga
Susul William, Kini Mantan CEO Andre Soelistyo Lepas Saham GOTO Rp 8,6 Miliar
Di tahun 2023 ini Potum telah menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 40 miliar untuk pengembangan bisnis air. Sementara di tahun depan Potum akan menjalankan sejumlah langkah strategis untuk menggenjot laba perusahaan.
“Ke depan kita akan dorong lagi agar kinerja perusahaan terus positif, berbagai upaya telah disiapkan untuk mendukung ekspansi bisnis,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, PT Nusantara Infrastructure Tbk Tengah melakukan proses untuk go private sekaligus delisting dari Bursa Efek Indonesia.
Perseroan telah mendapat restu dari pemegang saham publik terkait go private dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar, Selasa (19/12/2023).
Seiring rencana voluntary delisting atau keluar dari Bursa Efek Indonesia, RUPSLB telah memutuskan harga penawaran tender saham META senilai Rp 250 per saham, sehingga Perseroan bersiap mengekseksi tahap selanjutnya.
Head of Corporate Communication & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk, Indah D.P. Pertiwi mengatakan, harga penawaran tender sebesar Rp 250 per saham merupakan harga premium 34%, lebih tinggi dari harga rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir.

