Siapkan Rp 100 Miliar, Arwana (ARNA) Rancang Buy Back Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) berencana menggelar pembelian kembali (buy back) saham dengan target maksimal Rp 100 miliar. Aksi tersebut akan direalisasikan selama setahun ke depan.
Direktur ARNA Edy Suyanto mengatakan, buy back saham tersebut bertujuan untuk menjaga kewajaran harga saham perseroan dengan memperhatikan price earnings ratio (PER) selama 10 tahun terakhir.
Baca Juga
Melorot 22,72%, Laba Bersih Arwana (ARNA) Tinggal Rp 445,29 miliar
“Menurut kami bahwa nilai wajar saham perseroan adalah minimal 15 kali dari laba per saham,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2/2024).
Menurut dia, buy back saham tersebut direncanakan berlangsung dalam 12 bulan terhitung sejak mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 28 Maret 2024. Sedangkan PT RHB Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai broker dalam aksi buy back tersebut.
Dia menambahkan, dengan buy back ini diharapkan harga saham ARNA lebih stabil dan berdampak positif bagi pemegang saham dan perseroan ke depan. “Harga saham yang stabil akan memberikan nilai positif dan kepercayaan bagi para pemegang saham,” terangnya.
Tahun lalu, ARNA mencatatkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 22,72% menjadi Rp 445,29 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 576,21 miliar.
Baca Juga
Meski Dipangkas, Potensi Cuan Saham Arwana Citramulia (ARNA) masih Besar
Manajemen ARNA dalam rilis laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/2/2024), penurunan laba dipengaruhi atas pelemahan pendapatan perseroan dari Rp 2,58 triliun menjadi Rp 2,44 triliun.
Penurunan pendapatan tersebut menjadikan laba kotor perseroan turun dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 904,20 miliar. Laba usaha perseroan juga melorot dari Rp 741,84 miliar menjadi Rp 571,70 miliar.
Arwana merupakan perusahaan keramik yang dikendalikan Tandean Rustandy dengan kepemilikan 37,32%. Sisanya dikuasai PT Suprakreasi sebanyak 14,51% dan masyarakat 46,52%.

