Prabowo Menang, Permintaan KPR Subsidi Berpotensi Melesat
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan menjadi satu dari beberapa bank yang diuntungkan atas potensi besar capres Prabowo-Gibran menang pilpres satu putaran. Sebab, program perumahan yang digagas capres tersebut berpotensi mengerek kredit kepemilikan rumah (KPR) dalam jangka panjang.
Capres Prabowo-Gibran dalam programnya menyebutkan sejumlah program perumahan rakyat, yaitu membangun tiga juta rumah, menaikkan anggaran dalam pengentasan backlog perumahan, dan menyediakan rumah murah bersanitasi baik.
Pengamat Pasar Modal Marolop Alfred Nainggolan mengatakan, pemerintah saat ini baru bisa merealisasikan program perumahan 1 juta unit per tahun melalui program sejuta rumah yang sudah dicanangkan sejak 2015. Sementara kalau melihat segmen kredit BTN hampir setengahnya adalah pembiayaan rumah bersubsidi.
Baca Juga
Laba Lampaui Estimasi, Sejumlah Sekuritas Ini Pasang Rekomendasi 'Buy' Saham BTN (BBTN)
Dengan program tiga juta rumah yang dicanangkan capres Prabowo-Gibran, maka permintaan pembiayaan untuk rumah bersubsidi akan meningkat yang tentu akan meningkatkan pertumbuhan penyaluran kredit rumah subsidi BTN.
Sepanjang 2019 - 2023 , segmen kredit rumah bersubsidi BTN tumbuh 9,8%/tahun (CAGR). “Tinggal bagaimana BTN bisa menjaga performa pertumbuhan pendanaan terkhusus untuk dana murah-nya (CASA). Pada periode 2019 - 2023, dana murah BTN tumbuh agresif sebesar 18%/tahun (CAGR) yang diikuti penurunan Cost of Fund,” terangnya di Jakarta, kemarin.
Valuasi Menarik
Sedangkan dari sisi valuasi, Alfred mengatakan, di antara empat bank BUMN, valuasi saham BBTN masih paling murah dengan PBV hanya 0,67x dibandingkan BBRI sebesar 3x, BMRI sebesar 2,7x, dan BBNI sebesar 1,6x. “Kami menargetkan saham BBTN di harga Rp1.650 yang merefleksikan PBV sebesar 0,8x,” terangya.
Pandangan positif terhadap program perumahan yang diluncurkan capres Prabowo-Gibran terhadap BTN juga datang dari Investment Consultant PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada. Menurut dia, dengan semangat mengatasi backlog perumahan di Indonesia, pemerintahan baru kemungkinan mengerahkan perbankan hingga konstruksi BUMN untuk mendukung agenda tersebut.
Baca Juga
Inilah 10 Saham Undervalued Sektor Keuangan, BBTN dan BJBR Masuk
“Kami menilai bahwa BBTN satu dari beberapa bank pemerintah yang tentu akan mendapatkan peran besar dalam pemenuhan target tersebut,” terangnya.
Dia mengatakan, apabila pembiayaan KPR yang disalurkan BBTN dengan bantuan pemerintah berjalan lancar, tentu akan menguntungkan perseroan. Namun, apabila penugasan tidak disertai dukungan pendanaan dari pemerintah, tentu akan menggerogoti cash flow BBTN.
