Mansek Teratas, Ini Deretan Broker dengan Nilai Transaksi Jumbo Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – PT Mandiri Sekuritas (Mansek) bertahan di posisi teratas dengan nilai transaksi paling jumbo sepekan terakhir.
Anak usaha Bank Mandiri tersebut tercatat menghimpun nilai transaksi Rp 8,11 triliun selama periode 15 – 19 Januari 2024. Frekuensi transaksi yang dilakukan oleh broker dengan kode CC tersebut sebesar 826,15 juta dengan volume saham 11,40 miliar.
PT Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) bertengger di posisi kedua dengan nilai transaksi Rp 7,57 triliun, frekunesi sebanyak 327,33 juta saham dan volume perdagangan sebanyak 4,87 miliar saham.
Baca Juga
Tower Bersama (TBIG) Rilis Obligasi Rp 2,7 Triliun, Kuponnya Capai 6,75%
Posisi ketiga milik PT J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dengan menghimpun nilai transaksi Rp 7,21 triliun, dengan frekuensi sebanyak 295,83 juta saham dan volume sabesar 3,77 miliar lembar saham.
Broker asal negeri jiran lainnya yaitu PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (YU) diposisi keempat, dengan mencatat nilai transaksi Rp 6,44 triliun. Frekuensi yang dihimpun sebanyak 226,26 juta kali, serta volume 11,64 miliar saham.
PT UBS Sekuritas Indonesia (AK) harus puas berada di posisi kelima pekan ini, dengan nilai transaksi Rp 5,99 triliun, dengan frekuensi transaksi 428,09 juta saham dan volume sebesar 4,32 miliar saham.
Dibawahnya merupakan broker asal Korea Selatan, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) yang mencatat nilai transaksi 5,89 triliun, dengan frekuensi 1,35 miliar kali transaksi dan volume 14,57 miliar saham.
Baca Juga
Jaga Kualitas Pembiayaan Fintech P2P Lending, Ini Upaya AFPI
Kali ini broker lokal PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk masuk top 7 di posisi ketujuh dengan nilai transaksi Rp 5,65 triliun. Kemudian posisi delapan ditempati CLSA Sekuritas Indonesia dengan nilai transaksi Rp 5,55 triliun.
Posisi kesembilan dan kesepuluh, masing-masing diduduki oleh PT KB Valbury Sekuritas (CP) dan PT Macquarie Sekuritas Indonesia (RX). Keduanya menghimpun transaksi senilai Rp 3,82 triliun dan Rp 3,80 triliun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, selama periode tanggal 15 sampai dengan 19 Januari 2024 mayoritas indikator perdagangan ditutup pada zona positif.
Peningkatan tertinggi dalam sepekan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian saham, yaitu sebesar 9,22% menjadi Rp 10,68 triliun dari Rp 9,78 triliun pada sepekan yang lalu.
Kenaikan diikuti oleh rata-rata volume transaksi harian saham sebesar 8,57% selama sepekan, menjadi 18,25 miliar lembar saham dari 16,81 miliar lembar saham pada sepekan lalu.
Rata-rata frekuensi transaksi harian saham meningkat sebesar 1,68% menjadi 1.235.025 kali transaksi dari 1.214.622 kali transaksi pada sepekan lalu.
Pjs. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmadi mengarakan, angka kapitalisasi pasar sepekan ini mengalami peningkatan, sebesar 0,60% dari Rp 11.420,46 triliun pada sepekan sebelumnya menjadi Rp 11.352,54 triliun pada penutupan pekan ini.
Kendati begitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini mengalami penurunan sebesar 0,19%, ditutup berada pada posisi 7.227,402 dari 7.241,138 pada penutupan pekan lalu.

