Kinerja Moncer Pasca Merger, Indosat (ISAT) Mantapkan Ekspasni ke Indonesia Timur
JAKARTA, investortrust.id - President Director & CEO Indosat Ooredo Hutchison (IOH) Vikram Sinha menyebut Perusahaan yang dipimpinnya mencatat kinerja signifikan pada kuartal-III 2023.
“Pendapatan kita mengalami peningkatan Rp 37,46 triliun atau meningkat 8,5% year on year. Catatan yang membuat kita percaya diri yaitu, pendapatan setelah EBITDA yaitu Rp 17,49 triliun,” kata Vikram dalam acara konferensi pers secara daring, Senin (30/10/2023).
Vikram mengatakan Indosat juga secara konsisten mencatat pertumbuhan laba bersih. Khusus kuartal III-2023, Indosat membukukan keuntungan Rp 942 miliar. Dengan catatan ini, dalam 9 bulan Indosat mencatat laba bersih hingga Rp 2,2 triliun.
“Ini membuktikan merger yang dilakukan pada awal tahun baik untuk Indonesia, untuk pelanggan, dan para pemegang saham,” ujar dia.
Director & Chief Financial Officer IOH, Nicky Lee menyebut kenaikan pendapatan Indosat ini didapat dari segmen selular, telecom, dan midi (internet). Segmen seluler meraup Rp 32,17 triliun atau tumbuh 7,8% year on year.
Baca Juga
Raup Laba Rp 2,7 Triliun, Indosat (ISAT) Cetak Rekor Baru Ini
Peningkatan pendapatan, kata Nicky, yang dibarengi dengan efek sinergi dan optimalisasi pengeluaran menghasilkan peningkatan berlipat. Nicky mencatat, peningkatan yang pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 21,7% year on year.
Nicky mengatakan dalam 9 bulan, Indosat sukses menyeimbangan neraca keuangan dengan P&L. Perusahaan juga sukses memotong net debt amount.
“Terlihat di neraca kami menurunkan net debt to EBITDA sebesar 0.75 (pada kuartal-III 2022) menjadi 0.35x (pada kuartal-III 2023)” kata dia.
Nicky mengatakan optimis dengan perkembangan pendapatan Indosat. Indikasinya, meskipun kuartal-III merupakan kuartal terendah sepanjang tahun, Indosat masih bisa mendapat keuntungan.
“Kondisi ini juga meningkatkan EBITDA kita dari Rp 6,05 triliun menjadi Rp 6,1 triliun,” kata dia.
Ekspansi ke Indonesia Timur
Menekan biaya pemasaran pada kuartal-III menjadi fokus Indosat. Nicky menyebut. Nicky menyebut akan mengoptimalkan pengeluaran pemasaran yang naik signifikan sebesar Rp 3,7 triliun pada kuartal-III untuk pengembangan jaringan di Indonesia Timur.
Baca Juga
Tiga Faktor Akan Jaga Kekuatan Performa Keuangan Indosat (ISAT)
“Ini menjadi investasi besar kami untuk menumbuhkan pengalaman digitalisasi di Indonesia, khususnya untuk area di luar Pulau Jawa,” ucap dia.
Nicky mengatakan, mengacu pada biaya tersebut, sangat penting untuk memasarkan produk di area pedesaan. Nicky menyebut penting untuk tidak hanya melihat biaya yang dikeluarkan, tapi juga memungkinkan ketersediaan jaringan Indosat di area tersebut.
“Kehadiran jaringan Indosat yang kuat di area tersebut akan memberi mereka pengalaman yang baik (digitalisasi)” kata dia.
Indosat menyiapkan Rp 13 triliun untuk ekspansi ke wilayah Indonesia Timur dan pedesaan. Sebanyak 50 persen dari dana investasi tersebut telah didistribusikan ke daerah luar, pelosok, dan Indonesia Timur yang belum mendapat layanan Indosat. (CR-7)
Baca Juga

