Suku Bunga Cenderung Turun, Mandiri Investasi Merekomendasikan Reksa Dana Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Mandiri Manajemen Investasi merekomendasikan pemodal untuk memperbesar investasi reksa dana obligasi, seiring dengan ekspektasi penurunan inflasi yang akan berdampak terhadap penurunan tingkat bunga perbankan.
Hal ini mendorong Mandiri Investasi mulai membidik produk reksa dana obligasi. “Kami merekomendasikan investor mengalokasi dana lebih besar pada reksa dana obligasi, seperti Reksa Dana Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II. Hal ini sebagai antisipasi terhadap potensi penurunan inflasi global dan suku bunga acuan,” jelas Direktur Utama Mandiri Investasi Aliyahdin Saugi, Rabu (10/1/2024).
Baca Juga
Dana Kelolaan dan NAB Reksa Dana Menyusut, OJK Sebutkan Penyebabnya
Selain itu, dia mengatakan, perekonomian Indonesia tahun ini berpotensi tumbuh dengan baik. Penopangnya perhelatan Pemilu yang akan berimbas terhadap peningkatan belanja pemerintah dan pihak terkait lainnya.
Ditambah lagi dengan inflasi global, terutama di Amerika Serikat, yang diperkirakan turun mendekati angka yang diharapkan The Fed. Hal tersebut akan turut mendorong penurunan suku bunga acuan yang berimbas positif pasar obligasi.
“Kami melihat imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun dapat turun ke level 5,75-6,25%,” sambung Aliyahdin yang akrab disapa Adi.
Baca Juga
Selain reksa dana obligasi, dia mengatakan, pemodal mulai bisa melirik reksa dana saham. Hal ini sejalan dengan proyeksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini bisa menembus level 8.000.
Dia mengatakan, mulai terjadi pergeseran minat investor saham global ke developed market sejak akhir 2023, sehingga investor dapat menambahkan alokasi pada reksa dana saham secara bertahap. “Namun, tentunya portofolio investasi harus tetap disesuaikan dengan profil risiko setiap investor,” imbuh Adi.(CR-10)
