Emiten Prajogo Pangestu (CUAN) Dirikan Anak Usaha Angkutan Laut
JAKARTA, investortrust.id – Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mendirikan anak usaha baru yang akan bergerak di bisnis angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri.
Direktur Utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk Michael mengatakan, anak usaha baru tersebut didirikan pada tanggal 23 Desember 2023, dengan nama PT Armada Maritim Persada (AMP).
‘’Berdasarkan Akta Pendirian AMP, Perseroan memiliki kepemilikan di dalam AMP sebanyak 9.999 lembar saham atau sebesar 99,99% dengan nilai nominal sebesar Rp 9.999.000.000,’’ ulas Michael dikutip dari keterbukaan informasi yang dilansir, Rabu malam (27/12/2023).
Baca Juga
Lebih lanjut dikatakan, tujuan pendirian AMP adalah sebagai salah satu persyaratan pemenuhan perizinan agar Perseroan dapat mengintegrasikan kegiatan logistik pengangkutan batu bara, di mana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, kegiatan logistik angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri tidak dapat digabungkan dengan perizinan usaha lainnya.
“Pendirian AMP akan menunjang kegiatan usaha utama Perseroan dan memperluas jaringan usaha serta bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang Perseroan untuk menjadi perusahaan pertambangan yang terintegrasi dan efisien,’’ pungkas Michael.
Sebelumnya, Manajemen CUAN menyampaikan telah memperoleh fasilitas kredit berjangka dan revolving sindikasi senilai Rp 3,50 triliun.
Baca Juga
BEI Tanyakan Pemicu Lompatan Harga Saham, Manajemen Petrindo Jaya (CUAN) Ungkap Ini
Michael menyebutkan bahwa pinjaman sindikasi tersebut berjang waktu 72 bulan setelah ditandatangani perjanjian kredit sindikasi tersebut.
Kredit sindikasi tersebut difasilitiasi oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
“Seluruh pinjaman tersebut akan digunakan perseroan untuk membiayai akuisisi perusahaan-perusahaan tambang,” ungkap Michael dalam keterangan tersebut.
Dana tersebut digunakan untuk mengakuisis saham PT Multi Tambangjaya Utama, PT Borneo Bangun Benua Bestari, dan PT Borneo Bangun Benua.

