Multi Makmur (PIPA) Realisasikan Dana Hasil IPO Rp 84 Miliar, Cek Rinciannya
JAKARTA, investortrust.id – produsen pipa, PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) melaporkan penggunaan dana hasil initial public offering (IPO) sebesar Rp 84,02 miliar.
Berdasarkan prospektus IPO, Perseroan mengalokasikan sebesar 94,02 miliar atau seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi untuk belanja modal, pembayaran utang dan modal kerja.
Dengan begitu kata Direktur PT Multi Makmur Lemindo Tbk, Immanuel Kevin Mayola, saat ini pihaknya masih menyisakan dana hasil IPO sebesar Rp 10 miliar.
Baca Juga
Listing Selasa, Saham Satu Visi Putra (VISI) Ditetapkan Sebagai Efek Syariah
“Sisa dana hasil IPO tersebut ditempatkan PT Bank IBK Indonesia Tbk untuk jangka waktu 12 bulan dengan besaran bagi hasil 2,5%,” urai Immanuel dikutip dalam Laporan Realisasi Penggunaan Dana IPO yang dilansir, Senin, (26/02/2024).
Adapun rincian rencana penggunaan dana hasil IPO berdasarkan prospektus IPO terdiri dari: Pembangunan Fasilitas Pabrik Baru sebesar 19,29 miliar, kemudian pembelian mesin Rp 41,78 miliar, pembelian kendaraan operasional Rp 1,58 miliar, pembayaran pokok utang Rp 3 miliar dan modal kerja Rp 28 miliar.
Setelah hampir setahun IPO, Perseroan telah mengalokasikan dana hasil IPO yaitu Pembangunan Fasilitas Pabrik Baru sebesar 15,59 miliar, kemudian pembelian mesin Rp 37,03 miliar, pembelian kendaraan operasional belum dilakukan, pembayaran pokok utang Rp 3 miliar dan modal kerja Rp 28 miliar.
Sebagai pengingat, PIPA melepas sebanyak 925 juta lembar saham dalam rangka IPO dengan harga Rp 105 per saham, sehingga Perseroan berhasil meraup dana hasil IPO Rp 97,12 miliar.
Baca Juga
Setahun Gabung BRI Group, BRI-MI Sabet Top 5 Manajer Investasi
Adapun pencatatan perdan saham PIPA digelar pada tanggal 10 April 2023 di Bursa Efek Indonesia.
Terkait kinerja, hingga semester I-2023 Perseroan mencatat laba bersih Rp 582,64 juta atau turun 36,86% secara year on year dibanding periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 922,80 juta.
Penurunan laba dipicu oleh anjloknya pendapatan Perseroan sebesar 28,37% yoy dari Rp 22,36 miliar pada semester I-2022 menjadi hanya Rp 16,01 miliar. Hingga saat ini Perseroan belum menebitkan laporan keuangan terbaru.

