Habco Trans (HATM) Catat Lonjakan Laba 39% Jadi Rp 198 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Emiten jasa transportasi laut, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mentata perolehan laba bersih komprehensif tahun berjalan sebesar Rp 198,58 miliar, tumbuh 39,05% secara year on year dari laba bersih komprehensif tahun buku 2022 sebesar Rp 142,50 miliar.
Kenaikan laba bersih turut mendongkrak laba per saham menjadi Rp 28,31 per saham per 31 Desember 2023, dari posisi Rp 22,96 per saham pada 31 Desember 2022.
Berdasarkan laporan keuangan audited, yang dikutip, Minggu (25/02/2024), dijelaskan, pertumbuhan laba bersih disokong oleh kenaikan pendapatan sebesar 55,03% yoy menjadi Rp 575,67 miliar tahun 2023, dibanding Rp 371,32 miliar tahun buku 2022.
Baca Juga
Mensek dan JP Morgan Teratas, Ini Jajaran Top 10 Broker Saham Sepekan
Kenaikan pendapatan tersebut turut membuat kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp 338,72 di tahun 2023, dari Rp 209,57 miliar pada 2022. Alhasil Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp 236,95 miliar, naik 46,46% yoy dari Rp 161,77 miliar di tahun buku 2022.
Beban usaha juga terdapat kenaikan menjadi Rp 27,54 miliar dari Rp 17,54 miliar di tahun 2022. Sehingga Perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp 209,40 miliar pada tahun buku 2023, dari Rp 144,23 miliar pada tahun buku 2022.
Setelah memperhitungkan keuntungan selisih kurs dan dikurangi beban keuangan, Perseroan berhasil mencetak EBITDA Rp 205,07 miliar di tahun buku 2023, atau naik dari Rp 146,97 miliar pada tahun 2022.
Baca Juga
Sementara dari sisi neraca, Perseroan mencatatkan total asset sebesar Rp 1,04 triliun per 31 Desember 2023, niak 45,94% yoy dari Rp 716,24 miliar pada tahun buku 2022.
Meski begitu terdapat kenaikan liabilitas yang signifikan menjadi Rp 176,74 per 31 Desember 2023 dari hanya sebesar Rp 16,83 miliar di tahun buku 2022.
Direktur Utama HATM, Andrew Kan mengatakan, kenaikan liabilitas sebesar Rp 124,69 miliar disebabkan adanya pinjaman bank untuk pembelian armada kapal, sedangkan tambahan liabilitas sebesar Rp 31,52 miliar disebabkan adanya pengadaan barang atau suku cadang kegiatan operasional Perseroan.
“Pembelian armada kapal berdampak pada kenaikan total aset tetap sebesar Rp 188,82 miliar. Selain itu terdapat kas Perusahaan sebesar Rp 9,54 miliar yang dicatat sebagai asset Perseroan. Kenaikan asset juga disebabkan piutan usaha dan kas dan bank sehubungan kenaikan arus kas Perseroan,” imbuhnya.
Adapun ekuitas tercatat melonjak menjadi Rp 869,08 miliar per 31 Desember 2023 dari Rp 699,41 miliar pada periode 31 Desember 2022.

