Simpanan Bertumbuh Pesat, Prospek Saham Bank Jago (ARTO) Kian Menarik
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Jago Tbk (ARTO) menunjukkan pertumbuhan total simpanan mengesankan hingga September 2023. Bahkan, sejak peluncuran Gopay Tabungan, tingkat pertumbuhan jumlah nasabah tumbuh pesat, meski data resminya baru dirilis pada kuartal mendatang.
Jago dan GOTO baru merilis GoPay Tabungan pada pertengahan Oktober lalu, sementara data kinerja yang disampaikan perseroan pada akhir pekan lalu adalah pencapaian hingga periode akhir September 2023.
Baca Juga
“Hal paling positif dari performa Bank Jago hingga kuartal III-2023 adalah pertumbuhan tabungan yang sangat mengesankan mencapai 61%, giro melesat 44%, dan pertumbuhan deposito melambat menjadi 16,8%,” tulis Analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Pertumbuhan tersebut berimbas kenaikan dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago yang mencapai Rp 10,3 triliun, tumbuh 41% dari posisi September 2022 sebesar Rp 7,3 triliun (yoy). Pertumbuhan tersebut menjadikan rasio current account saving account (CASA) perseroan naik menjadi 76% pada kuartal III-2023, dibandingkan kuartal II-2023 sebanyak 71%.
“Rasio CASA Bank Jagio terbesar dibandingkan bank digital lainnya. Hal ini menjadikan biaya dana perseroan mengalami perbaikan sebanyak 80 bps menjadi 3% pada kuartal III-2023, dibandingkan kuartal II-2023 sekitar 3,8%” terangnya.
Baca Juga
GoTo dan Bank Jago Luncurkan GoPay Tabungan, Apa Kelebihannya?
Ciptadana Sekurtias juga memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan perseroan menekan NPL gross dari 1,2% pada kuartal II-2023 menjadi hanya 1,1% pada kuartal III-2023. Biaya kredit juga berhasil ditekan dari 4,7% menjadi 3,1% pada kuartal III-2023.
Selain pertumbuhan simpanan yang mengesankan, Erni Marsella Siahaan menyebutkan, Bank Jago menunjukkan potensi pesat pertumbuhan dana murah dari peluncuran Gopay Tabungan. Total dana yang terhimpun dari program ini sangat besar, bahkan ke depannya bisa lebih besar dari total dana yang terkumpul melalui akun Bank Jago regular.
Bahkan, terang dia, nasabah yang telah melakukan upgrade aplikasi ke Gopay Tabungan menunjukkan nilai transaksi terus bertumbuh. Diprediksi Gopay Tabungan berkontribusi sekitar 35%-40% terhadap total dana murah perseroan tahun ini.
Bank Jago sebelumnya mengumumkan telah berhasil menggaet sekitar 9 juta nasabah hingga kuartal III-2023. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,4 juta merupakan nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Jumlah pengguna Aplikasi Jago bertambah 3,2 juta orang atau tumbuh 76% dibandingkan dengan posisi yang sama pada kuartal III-2022, sebanyak 4,2 juta nasabah.
“Pertumbuhan jumlah nasabah dan DPK menunjukkan hasil dari komitmen Bank Jago untuk terus berinovasi serta memperkuat kolaborasi dengan ekosistem digital,” ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung.
Baca Juga
Sekuritas Asing Ini Patok Kenaikan Laba Bank Jago (ARTO) 49% pada Semeter II, Simak Ulasannya
Sejak Oktober 2023 ini, Bank Jago berkolaborasi dengan GoPay, bagian dari GoTo Financial, meluncurkan GoPay Tabungan by Jago. Ini merupakan produk rekening tabungan untuk transaksi sehari-hari yang bisa diakses melalui Aplikasi GoPay dan Gojek.
Terkait pertumbuhan kredit, Erni mengungkapkan, Bank Jago diprediksi dapat mencatatkan peningkatan sebesar 30% tahun ini. Pertumbuhan serupa diperkirakan berlanjut hingga tahun depan. Kenaikan kredit tersebut diharapkan datang dari peluncuran sejumlah program kredit tahun depan.
Hingga kuartal III-2023, perseroan berhacil mencetak penyaluran kredit senilai Rp10,9 triliun atau tumbuh 33%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 8,2 triliun. Penyaluran kredit dilakukan secara hati-hati dan terukur yang terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross di level 1,1%.
Pertumbuhan tersebut berimbas terhadap kenaikan pendapatan bunga bersih sebanyak 23% menjadi Rp1,2 triliun hingga akhir kuartal III-2023. Sedangkan pertumbuhan laba bersih (net profit after tax) sebesar sebanyak 24% menjadi Rp 50 miliar.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih ARTO menjadi Rp 63 miliar tahun ini dan diharapkan melesat menjadi Rp 231 miliar pada 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 16 miliar. Sedangkan pendapatan bunga bersih diharapkan bertumbuh menjadi Rp 1,69 triliun tahun 2023 dan melesat menjadi Rp 2,13 triliun pada 2024, dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 1,35 triliun.
Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 2.800 per saham. Dengan penutupan saham ARTO di level Rp 1,610 terbuka potensi cuan sebanyak 73,91%.

