Laba Turun 54%, Ini Penjelasan Dirut Indo Tambangraya (ITMG)
JAKARTA, investortrust.id - Laba bersih PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) periode kuartal III-2023 turun 54,59% (yoy) menjadi US$ 405,83 juta. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang Januari-September 2022 berjumlah US$ 893,81 juta.
Adapun laba bersih per saham dibukukan sebesar US$ 0,36 per saham. Direktur Utama Indo Tambang Raya, Mulianto menjelaskan, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara dalam sembilan bulan pertama tahun ini cenderung menurun.
“Di tengah harga batu bara global dan harga jual rata-rata yang cenderung menurun serta tekanan faktor-faktor ekonomi lain, upaya ITMG mengendalikan biaya produksi secara konsisten memberikan dampak penurunan pada rata-rata total biaya,” jelas Mulianto dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis (16/11/2023).
Baca Juga
Saham Barito Renewable (BREN) Lagi-lagi Melesat, Market Cap Bakap Salip BRI (BBRI)?
Di tengah harga acuan batubara global yang cenderung menurun, ITMG membukukan pendapatan bersih US$ 1,8 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2023, turun 30,18% (yoy). Sedangkan laba kotor perusahaan tercatat US$ 610 juta dengan margin laba kotor sebesar 33%.
Artinya, penurunan laba bersih ITMG kuartal III-2023 tetap lebih besar dibanding penurunan pendapatan bersih di periode sama. Meski rata-rata total biaya produksi berhasil ditekan 7% (yoy) menjadi US$ 83 per ton.
“Dengan menerapkan manajemen kas yang berhati-hati, perusahaan berhasil mempertahankan neraca yang sehat. Hingga akhir September 2023, total aset perusahaan tercatat sebesar US$ 2,1 miliar dengan total ekuitas US$ 1,7 miliar,” ungkap Mulianto lebih lanjut.
Baca Juga
Saham Empat Bank Besar Ini Menggiurkan, Berikut Target Harga Terbarunya
Hal itu, diklaim telah sejalan dengan arus kas dan laba bersih. Emiten yang sudah mengklaim dirinya sebagai perusahaan multi energi ini memiliki posisi kas dan setara kas sekitar US$ 900 juta. (CR-10)

