Penurunan Berlanjut, Tren Penguatan Saham-saham Emiten Prajogo Berakhir?
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham emiten Prajogo Pangestu kembali lanjutkan penurunan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (8/1/2024). Penurunan terdalam melanda saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Berdasarkan data BEI hingga pukul 10.30 WIB, saham TPIA anjlok Rp 275 (4,80%) menjadi Rp 5.450. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 5.425-5.800.
Baca Juga
Resmi Listing, Saham Citra Nusantara Gemilang (CGAS) Melorot 8%
Penurunan juga melanda saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) dengan penurunan Rp 75 (1,04%) menjadi Rp 7.150. Saham pembangkit listrik panas bumi ini bergerak dalam rentang Rp 7.000-7.325.
Penurunan juga melanda saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun sebanyak Rp 10 (0,74%) menjadi Rp 1.340. Saham induk usaha ini BRPT dan TPIA ini bergerak dalam rentang Rp 1.330-1.375.
Sedangkan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih disuspensi hingga kini. Suspensi saham emiten batu bara ini telah disuspensi terhitung sejak 19 Desember 2023.
Baca Juga
Diputuskan 12 Februari, Petrindo Jaya (CUAN) Ungkap Nilai Akuisisi 34% Saham Petrosea (PTRO)
Berdasarkan data, penurunan harga saham TPIA, BREN, dan BRPT menunjukkan penurunan terhitung sejak awal tahun atau dalam lima hari terakhir. Penurunan tersebut memicu nilai kekayaan Prajogo Pangestu lanjutkan penurunan.
Penurunan tersebut juga memicu kapitalisasi pasar (market cap) ketiga emiten Prajogo Pangestu ini turun, yaitu kapitalisasi pasar saham BREN turun menjadi sekitar Rp 959,91 triliun, saham TPIA dengan market cap Rp 473,64 triliun, dan BRPT menjadi Rp 126,09 triliun.
