BUMN Konstruksi (WIKA) Garap Proyek Bendungan Karangnongko Rp 292 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), mulai menggarap pembangunan proyek Bendungan Karangnongko, Bojonegoro, Jawa Timur dan Blora, Jawa Tengah paket 1 dari Kementerian PUPR.
Corporate Secretary WIKA, Mahendra Vijaya, menyampaikan, proyek bendungan ini akan digarap oleh WIKA bersama PT Hutama Karya (Persero) dan PT PP (Persero) Tbk dalam bentuk Kerja Sama Opreasi (KSO).
“Pada proyek tersebut, WIKA memiliki porsi 40% dengan nilai kontrak perusahaan sebesar Rp 292 miliar untuk mengerjakan lingkup galian tanah, drilling dan grouting, struktur beton pelimpah, hidromekanikal dan elektrikal pada Pintu Bendung Gerak Radial,” papar Mahendra dalam keterangan yang diterima, Kamis (2/11/2023).
Baca Juga
Cakra Buana (CBRE) Belanja Kapal Raksasa Rp 204,10 Miliar dari Pinjaman Bank
Proyek Bendungan Karangnongko ditujukan sebagai infrastruktur pelayanan dasar bagi masyarakat di Kabupaten Blora, Kabupaten Bojonegoro, dan kabupaten sekitarnya, berupa pembangunan jaringan irigasi baru dan peningkatan ketersediaan air baku domestik serta industri.
Dikatakan Mahendra, pembangunan bendungan ini menambah portofolio bendungan yang dikerjakan WIKA, yang mana tersebar di berbagai wilayah Indonesia, serta berfungsi mengoptimalkan pengelolaan air pada setiap wilayahnya.
“Raihan Bendungan Karangnongko merupakan bukti kepercayaan pemilik proyek terhadap keberhasilan Perseroan merampungkan berbagai proyek bendungan dan keairan. Itu berarti kualitas yang di deliver oleh Perseroan mampu memenuhi ekspektasi pemilik proyek, dan hal ini senantiasa menjadi komitmen Perseroan,” pungkas Mahendra Vijaya.
Baca Juga
SGER Kantongi Restu Pembagian Dividan Saham Senilai Rp 590,47 Miliar
HIngga September 2023, WIKA tercatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 21,44 Triliun, tumbuh 12,5% (YoY) dibanding periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 19,06 Triliun.
Manajemen WIKA menyebut, kontribusi terbesar perolehan kontrak baru berasal dari segmen infrastruktur dan bangunan gedung sebesar 49,6%, disusul dari segmen industri, EPCC, properti dan investasi.
Dari sisi pemberi kerja, sebagian besar proyek yang diraih oleh WIKA berasal dari BUMN dan Pemerintah, dengan skema pembayaran monthly progress.

