Saham Emiten Prajogo Pangestu, TPIA Cetak Rekor Tertinggi Baru Sebaliknya BRPT Melorot
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham emiten Prajogo Pangestu ini bergerak bervariasi pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/12/2023). Sedangkan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih disuspensi.
Berdasarkan data BEI, saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) kembali mencatatkan penguatan Rp 325 (6,07%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 5.672.
Penguatan juga melanda saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) sebanyak Rp 125 (1,71%) menjadi Rp 7.450. Saham emiten pembangkit listrik geothermal ini bergerak dalam rentang Rp 7.225-7.550.
Baca Juga
BEI Tanyakan Pemicu Lompatan Harga Saham, Manajemen Petrindo Jaya (CUAN) Ungkap Ini
Sebaliknya saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) justru ditutup anjlok sebanyak Rp 55 (3,50%) menjadi Rp 1.515. Padahal, saham ini dibuka menguat hingga sempat mencapai level tertinggi intraday Rp 1.605.
Sementara itu, Dirut Chandra Asri Erwin Ciputra kembali menambah saham di perusahaan yang dipimpinnya. Dirinya kembali membeli saham TPIA dari pasar, meski harga saham ini terus lanjutkan penguatan.
Erwin Ciputra dalam pengumuman resminya di Jakarta, Rabu (20/12/2023), menyebutkan dirinya membeli sebanyak 400 ribu saham TPIA pada 18 Desember 2023. Pembelian dilakukan dalam dua tahap sebanyak 200 ribu saham dengan harga pelaksanaan Rp 4.650 dan volume sama dibeli dengan harga Rp 4.660 per saham.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Gaet Investor Strategis, Saham Barito Pacific (BRPT) Diuntungkan
“Pembelian tersebut menjadikan total kepemilikan sahamnya bertambah dari 137,73 juta saham menjadi 138,13 juta saham TPIA,” tulisnya dalam pengumuman resminya.
Dengan total kepemilikan sebanyak 138,13 juta saham, Erwin Ciputra mengantongi kekayaan dari kepemilikan saham emiten Prajogo Pangestu ini mencapai Rp 738,99 miliar.

