Gara-gara Harga Minyak, Target Harga Saham AKR Corporindo (AKRA) Dipangkas
JAKARTA, Investortrust.id – Target kinerja keuangan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) direvisi turun Mandiri Sekuritas tahun 2023. Hal ini dipicu atas penurunan harga jual batu bara bersamaan dengan kenaikan harga minyak global.
Mandiri Sekuritas dalam risetnya merevisi turun target laba bersih perseroan tahun ini dari Rp 2,50 triliun menjadi Rp 2,48 triliun. Proyeksi pendapatan juga dipangkas dari perkiraan semula Rp 43,69 triliun menjadi Rp 43,97 triliun.
Baca Juga
Komisaris dan Direktur Kompak Tambah Saham AKR Corporindo (AKRA), Ada Apa?
“Harga batubara telah turun mencapai 66,2% terhitung sejak awal hingga hari ini. Sedangkan harga minya telah menguat sebanyak 13% untuk periode sama. Kondisi tersebut akan memicu perusahaan pertambangan batubara menekan permintaan bahan bakar perseroan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Sebagaimana diketahui pelanggan koporasi pertambangan batubara berkontribusi hingga di atas 50% terhadap penjualan bahan bakar minyak (BBM) perseroan. Dengan kondisi pasar batubara demikian kemungkinan ada pengurangan penggunaan BBM hingga menekan margin keuntungan dari segmen ini.
Terkait penjualan bahan kimia, Mandiri Sekuritas menyebutkan, menghadapi tantangan dari penurunan harga bahan kimia dan suplai. Sedangkan penjualan lahan industry diharapkan menjadi mesin pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun ini.
Baca Juga
RHB Sekuritas: Koreksi IHSG Peluang Akumulasi, Berikut Daftar 10 Saham Pilihan Teratas
Mandiri Sekuritas memperkirakan penjualan lahan industry perseroan di JIIPE bisa mencapai 97 hektare tahun ini. Hal ini diharapkan membuat laba bersih perseroan bertumbuh sebanyak 3,5% menjadi Rp 2,5 triliun tahun ini.
Terkait realisasi laba bersih perseroan pada kuartal III-2023, Mandiri Sekuritas menyebutkan, diprediksi mencapai Rp 547 miliarbertumbuh sebanyak 29,1% dari kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan penjualan lahan industry.
Revisi turun target laba bersih tersebut mendorong Mandiri Sekuritas memangkas turun target harga saham AKRA dari Rp 1.800 menjadi Rp 1.700 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

