Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Konsisten Perkuat Sistem Logistik Nasional
JAKARTA, Invesetortrust.id – Pemerintah akan terus memerkuat sistem logistisk naisional untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi 6% sesuai dengan RPJPN 2025-2045. Penguatan logistisk juga bertujuan untuk menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi semua daerah.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa national logistics ecosystem (NLE) berhasil mengefisienkan waktu hingga 22,37% dan menghemat biaya sebesar 33,48% atau mencapai Rp 191,32 miliar. Hal ini bisa mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan kinerja logistik nasional melalui berbagai kebijakan, seperti penguatan implementasi NLE antar instansi dan pelaku usaha guna meningkatkan efisiensi logistik nasional.
“Saya sangat mendukung target implementasi NLE yang penerapannya diperluas di 32 pelabuhan laut dan 6 bandara untuk tahun 2023. Diharapkan koordinasi itu diimplementasikan oleh seluruh pejabat eselon I hingga level teknis, sehingga capaian NLE ini bisa terus dikejar,” ujarnya saat menyampaikan arahan Era Baru Biaya Logistik untuk Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Kamis (14/09).
Lebih lanjut, dia mengatakan, kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BPPN), dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian terkait perhitungan biaya logistik menunjukkan bahwa biaya logistik Indonesia mencapai 14,29% dari PDB tahun 2022.
Baca Juga
SKK Migas Targetkan Investasi Hulu Migas Tumbuh 4 Kali Lipat dari Global
Hal ini mendorong pemerintah untuk terus berkolaborasi antar stakeholder agar penguatan logistik dan rantai pasok nasional tidak terbatas hanya pada integrasi sistem, tetapi juga infrastruktur dan sumber daya manusia untuk terus dilanjutkan.
“Ke depan, sinergi dan kolaborasi yang kuat, serta koordinasi yang efektif, diharapkan juga antar daerah, karena logistik itu juga efeknya ke mana-mana, termasuk dalam program penanganan inflasi. Sehingga ini diharapkan menjadi tools agar ke depan kita bisa menjaga inflasi agar pertumbuhan ekonomi kita bisa berkualitas,” tutur Menko Airlangga.
Central Gravity
Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah menggeser central gravity agar tidak berpusat di Pulau Jawa. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi setiap daerah di Indonesia. Pergeseran tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkualitas.
Baca Juga
Proyek Feronikel Haltim ANTM Masuk Tahap First Metal Tapping
“Implemental capital output ratio Indonesia masih terlalu tinggi mencapai 7 dan diharapkan bisa ditekan ke level 5. Hal ini bisa dilaksanakan dengan penguatan sisi logistik. Jika logistiknya membaik, investasi yang ditanamkan memberikan hasil yang lebih baik. Dan kalau itu tercapai, maka pertumbuhan 6% sesuai dengan RPJPN 2025-2045, itu bisa tercapai,” terang Airlangga.
