Astra Otoparts (AUTO) Kasih Sinyal soal Dividen, Bakal Lebih Besar?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memberikan sinyal terkait peluang pembagian dividen tahun buku 2026. Perseroan membuka peluang untuk menyesuaikan besaran dividen dengan mempertimbangkan kinerja keuangan dan kebutuhan investasi bisnis.
Direktur Utama AUTO Yusak Kristian Solaeman mengatakan, kebijakan dividen perseroan akan tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan pendanaan ekspansi bisnis.
“Tentu ke depannya besaran dividend akan mempertimbangkan kinerja, kondisi keuangan serta kebutuhan investasi perseroan,” kata Yusak dalam paparan publik secara virtual, Kamis, (5/11/2026).
Ia menegaskan perseroan memiliki prinsip untuk tetap memberikan nilai kepada pemegang saham tanpa mengesampingkan peluang pertumbuhan usaha.
“Jadi, it will be balance dari memberikan imbal hasil, dan juga tetap mendukung peluang-peluang pertumbuhan atau ekspansi dari kebutuhan untuk pertumbuhan bisnis,” katanya.
Sebagai gambaran, AUTO membagikan dividen dengan dividend payout ratio (DPR) sekitar 50% pada 2025. Rasio tersebut lebih tinggi dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Sementara itu, pada Oktober 2026, AUTO telah membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 72,52 per saham. Total dividen interim yang dibagikan mencapai sekitar Rp 349,55 miliar.
Meski belum mengungkapkan besaran dividen berikutnya, Yusak menegaskan bahwa perseroan tetap mengutamakan penciptaan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
“Tapi tetap yang utama kami juga akan memberikan nilai bagi pemegang saham sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang,” tuturnya.
Secara kinerja, AUTO membukukan laba bersih sebesar Rp 1,8 triliun hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut tumbuh 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan bersih perseroan juga meningkat 15% menjadi Rp 17,02 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kontribusi positif dari segmen manufaktur dan perdagangan, seiring peningkatan produksi dan penjualan otomotif nasional.
