IHSG Anjlok Parah 3,5% ke 4.918 di Awal Sesi II, Net Sell Berlanjut
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki intraday sesi II, Selasa (3/11/2026), terjun semakin parah dengan penurunan lebih dari 178 poin (3,5%) menjadi 4.918. Penurunan IHSG tercatat yang paling dalam di seluruh pasar saham dunia.
Pelemahan ini sejalan dengan kejatuhan sejumlah saham yang memiliki bobot besar terhadap IHSG, seperti saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Tekanan juga datang dari penurunan saham TLKM, BRPT, ASII, hingga PTRO. Adapun penurunan sesi I dipicu aksi lanjutan net sell saham lebih dari Rp 800 miliar.
Baca Juga
IHSG Makin Terpuruk Jatuh ke 4.963, Analis Sebut Tren Penurunan Belum Selesai
Secara sectoral terjadi penurunan, sektor material dasar, energi, dan industry turun elbih dari 4%. Penurunan lebih dari 3% melanda saham sektor property, infrastruktur, dan konsumer primer. Sisanya anjlok di atas 1%.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 39,78 poin (0,79%) menjadi 5.096,83 disertai dengan pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 112,48 miliar, terbanyak disumbangkan BMRI senilai Rp 157,88 miliar, BBCA mencapai Rp 116,14 miliar, dan AADI mencapai Rp 109,54 miliar.
Baca Juga
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar naik 2,12%, sektor energi naik 1,53, sektor infrastruktur naik 1,40%, %, sektor industry naik 0,76%, dan sektor keuangan naik 0,39%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,64%, sektor property turun 0,22%, sektor teknologi melemah 0,16%, dan sektor transportasi turun 0,12%.
Adapun saham dengan kenaikan signifikan, yaitu saham DFAM naik 33,93% menjadi Rp 75, MKNT naik 27,27% menjadi Rp 14, ROCK naik 24,73% menjadi Rp 2.270, AKPI naik 24,51% menjadi Rp 635, dan BLTA menguat 17,86% menjadi Rp 33.
