Net Sell Berlanjut Rp 475 Miliar, Saham BBRI hingga TINS Dilepas Pemodal Asing
JAKARTA, investortrust.id –Pemodal asing merealisasi penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 475 miliar, seiring dengan rontoknya Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/11/2026), sebanyak 192,54 poin (3,78%) menjadi 4.904.
Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 310,06 miliar, ANTM senilai Rp 94,10 miliar, BUMI mencapai Rp 64,07 miliar, TPIA mencapai Rp 62,39 miliar, dan TINS mencapai Rp 33,75 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) terbanyak hari ini, yaitu saham ENRG sebanyak Rp 237,97 miliar, BMRI mencapai Rp 74,13 miliar, BRIS senilai Rp 48 miliar, ASII senilai Rp 46,18 miliar, dan BBNI senilai Rp 40,26 miliar.
Baca Juga
Gubernur BI Jelaskan Pelemahan Rupiah Hingga Rp 18.145 per Dolar AS
Kejatuhan IHSG hari ini dipengaruhi kejatuhan seluruh saham big cap, seperti BBRI, BMRI, BBNI, hingga BBCA. Penurunan juga melanda saham BRPT, TLKM, ANTM, TINS, TPIA, ENRG, BUMI, hingga MDKA.
Tekanan juga datang dari kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar jatuh 6%, sektor energi melemah 4,38%, sektor industry 3,80%, sektor konsumer non primer 2,61%, sektor konsumer primer 3,59%, sektor keuangan 2,07%, sektor property 3,78%, sektor teknologi 1,92%, sektor infrastruktur 3,61%, sektor transportasi 3,90%.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TMPO anjlok 34,48% menjadi Rp 234, MKNT melemah 28,57% menjadi Rp 18, AIMS turun 24,49% menjadi Rp 605, dan BSWD naik 19,81% menjadi Rp 9.675. Lompatan juga melanda saham BLTZ, KINO, TIRA, dan GOLD lebih dari 10%.
Baca Juga
30 KRL Baru Era Prabowo Masih Abu-abu, KAI Ungkap Kendala Ini
Kemarin, IHSG ditutup menguat 39,78 poin (0,79%) menjadi 5.096,83 disertai dengan pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 112,48 miliar, terbanyak disumbangkan BMRI senilai Rp 157,88 miliar, BBCA mencapai Rp 116,14 miliar, dan AADI mencapai Rp 109,54 miliar.
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar naik 2,12%, sektor energi naik 1,53, sektor infrastruktur naik 1,40%, %, sektor industry naik 0,76%, dan sektor keuangan naik 0,39%. Sebaliknya penurunan
melanda saham sektor kesehatan 0,64%, sektor property turun 0,22%, sektor teknologi melemah 0,16%, dan sektor transportasi turun 0,12%.
Adapun saham dengan kenaikan signifikan, yaitu saham DFAM naik 33,93% menjadi Rp 75, MKNT naik 27,27% menjadi Rp 14, ROCK naik 24,73% menjadi Rp 2.270, AKPI naik 24,51% menjadi Rp 635, dan BLTA menguat 17,86% menjadi Rp 33.
