Eagle High (BWPT) Tebar Dividen Interim Rp 31,12 Miliar, Cek Jadwal dan Jatah per Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) membagikan dividen tunai interim sebesar Rp 31,12 miliar untuk tahun buku 2026. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 1 per saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, perseroan menetapkan pencatatan pemegang saham (recording date) yang berhak menerima dividen atau recording date pada 12 November 2026. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 10 November 2026. Selanjutnya, pembayaran dividen interim tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026.
Baca Juga
Laba Atribusi Eagle High (BWPT) Melonjak 33,86% hingga September 2026, Berikut Penopangnya
Pembagian dividen interim ini didukung oleh kinerja keuangan BWPT yang mencatatkan pertumbuhan laba signifikan hingga kuartal III-2026. Hingga September 2026, BWPT membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp363,36 miliar. Angka tersebut melonjak 33,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp271,44 miliar.
Seiring pertumbuhan laba tersebut, laba per saham atau earning per share (EPS) BWPT meningkat menjadi Rp11,68, dibandingkan Rp8,72 per saham pada periode yang sama tahun lalu. Menariknya, harga saham BWPT saat ini masih berada di level Rp80 per saham.
Peningkatan laba BWPT ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang signifikan. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,39 triliun hingga September 2026, meningkat 28,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,20 triliun.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Bearish, Tiga Saham Dipimpin INET Layak Dilirik
Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut juga diikuti kenaikan beban pokok penjualan sebesar 31,7% menjadi Rp4,01 triliun, dari sebelumnya Rp3,04 triliun. Dengan demikian, laba kotor BWPT mencapai Rp1,38 triliun, tumbuh 19,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,15 triliun.
Dari sisi operasional, total beban usaha BWPT tercatat sebesar Rp363,60 miliar hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp284,24 miliar.
Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp233,46 miliar, sedangkan beban penjualan mencapai Rp130,14 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, BWPT memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp363,36 miliar dan total ekuitas mencapai Rp3,20 triliun.
