Sunindo (SUNI) Raup Pendapatan Rp 529 Miliar hingga September 2026, Profitabilitas Tetap Kuat
JAKARTA, investortrust.id – PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 529 miliar hingga kuartal III-2026. Realisasi tersebut turun 26% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 715 miliar, terutama akibat melemahnya penjualan produk OCTG casing.
Meski pendapatan turun, SUNI tetap mampu untuk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 118 miliar hingga kuartal III-2026, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 146 miliar. Perseroan juga berhasil meningkatkan profitabilitas, dibandingkan periode sebelumnya sehingga memperkuat posisi keuangan di tengah dinamika pasar produk oil country tubular goods (OCTG).
Direktur Utama Sunindo Pratama Willy Johan Chandra menjelaskan bahwa penurunan pendapatan dipengaruhi dinamika pasar OCTG casing. Kehadiran produsen lokal yang telah mampu memenuhi kebutuhan produk tersebut membuat persyaratan partisipasi tender semakin mengacu pada ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Baca Juga
Merdeka Copper (MDKA) Catat Penjualan Rp 14,8 Triliun, Produksi Nikel Cetak Rekor
Sejalan dengan ketentuan tersebut, tender mensyaratkan penggunaan produk dari produsen lokal. Saat ini, SUNI masih melakukan evaluasi terhadap produsen lokal sehingga belum dapat berpartisipasi dalam tender yang diselenggarakan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). "Meskipun masih menghadapi tantangan pada segmen OCTG casing, penjualan OCTG tubing sebagai produk utama SUNI tetap terjaga dan relatif stabil," ujar Willy.
Di tengah penurunan pendapatan, ekuitas perseroan meningkat 11% menjadi Rp 956 miliar pada kuartal III-2026. Peningkatan ekuitas tersebut telah memperhitungkan pembagian dividen sebesar Rp 25 miliar yang direalisasikan pada 24 Juli 2026. Dengan kondisi keuangan yang terjaga, SUNI tetap mampu memberikan dividen kepada pemegang saham sekaligus melanjutkan komitmen investasi pembangunan pabrik kedua RTM.
SUNI juga berhasil mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) pada level 0,26 kali. Angka tersebut jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan dalam ketentuan kredit, yakni 2,5 kali. Dari sisi arus kas, SUNI membukukan arus kas positif dari aktivitas operasional sebesar Rp 167 miliar pada kuartal III-2026. Jumlah tersebut meningkat 61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 104 miliar, terutama karena penurunan pembayaran kepada pemasok.
Pengoperasian Pabrik Kedua
Di tengah tantangan pasar OCTG casing, SUNI terus memperkuat kapasitas produksi internal melalui pembangunan pabrik kedua RTM yang secara umum telah selesai. Saat ini, fasilitas tersebut tengah menjalani proses audit oleh American Petroleum Institute (API) sebagai tahapan untuk memperoleh sertifikasi API. Sertifikasi tersebut diperlukan sebelum pabrik dapat memulai kegiatan operasional komersial.
Willy mengatakan perseroan berharap proses sertifikasi dapat diselesaikan sehingga pabrik kedua RTM bisa segera beroperasi secara komersial pada semester II-2026. Dengan tambahan kapasitas produksi tersebut, SUNI optimistis dapat meningkatkan kinerja operasional dan mengoptimalkan kinerja keuangan ke depan. Peningkatan kapasitas juga diharapkan memperkuat kemampuan perseroan dalam memenuhi kebutuhan OCTG tubing di pasar domestik.
Baca Juga
Sunindo (SUNI) Bagikan Dividen Meski Laba Turun, Catat Jadwalnya
Direktur Operasional SUNI Bambang Prihandono menambahkan, bahwa uji coba produksi di fasilitas baru pabrik kedua RTM telah berhasil dilakukan. Saat ini, perseroan memprioritaskan sumber daya untuk menyelesaikan proses audit API agar sertifikasi dapat segera diperoleh.
"Proses audit API yang sedang dilakukan di RTM-2 saat ini berjalan cukup lancar karena tim produksi kami di Batam telah memberikan yang terbaik untuk dapat menyelesaikan proses auditnya segera. Semoga pada kuartal akhir 2026 perseroan sudah bisa mendapatkan sertifikat API tersebut," ujar Bambang.
Sementara itu, Direktur Keuangan SUNI Freddy Soejandy menyampaikan bahwa posisi keuangan perseroan semakin membaik dengan perolehan laba yang substansial dan konsisten. Secara keseluruhan, kondisi keuangan SUNI menunjukkan perkembangan positif yang ditandai peningkatan total aset dan ekuitas serta penurunan total liabilitas.
