Prospek Saham Bukit Asam (PTBA) Makin Menarik, Target Rp 3.480 dan Potensi Dividen Rp 242
JAKARTA, investortrust.id – Prospek saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menarik di tengah penguatan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara dan potensi tingginya permintaan menjelang musim dingin. Saham PTBA juga didukung potensi dividen yield tinggi.
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PTBA dengan target harga Rp 3.480 per saham. Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta menilai kinerja keuangan PTBA hingga September 2026 berada di atas ekspektasi. Penguatan ASP dan margin menjadi penopang utama pertumbuhan laba, meskipun realisasi volume penjualan masih tertinggal dari target.
PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp 4,41 triliun hingga kuartal III-2026. Angka tersebut melonjak 216% secara tahunan (year on year/YoY) dan telah mencapai 82% dari estimasi laba sepanjang 2026 versi BRI Danareksa Sekuritas serta 83% dari konsensus analis. Pencapaian tersebut tergolong positif karena realisasi volume penjualan batu bara PTBA baru mencapai 67% dari proyeksi setahun penuh BRI Danareksa Sekuritas. Dengan demikian, kenaikan harga jual dan perbaikan margin memberikan bantalan terhadap kinerja keuangan perseroan.
Baca Juga
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan
Lompatanl aba tersebut didukung ASP batu bara PTBA meningkat 18%, sedangkan biaya pokok penjualan per ton hanya naik 5%. Kondisi tersebut mendorong margin kotor perseroan melebar menjadi 21%, dibandingkan 11% pada periode sebelumnya. Selain itu, peningkatan volume ekspor sebesar 5% secara tahunan turut mendukung pencapaian ASP yang lebih tinggi. Kondisi ini mengimbangi penurunan penjualan domestik sebesar 12%.
Meski kinerja keuangan menunjukkan perbaikan, BRI Danareksa Sekuritas menyoroti tantangan PTBA dalam mengejar target volume penjualan batu bara sepanjang 2026. Manajemen mempertahankan panduan penjualan batu bara sebesar 49,5 juta ton untuk 2026. Dengan realisasi penjualan hingga kuartal III-2026, perseroan perlu menjual sekitar 17,3 juta ton pada kuartal IV-2026. Target tersebut sekitar 56% lebih tinggi dibandingkan volume penjualan pada kuartal III-2026.
Potensi Dividen Menarik
Sejalan dengan pandangan tersebut, Stockbit Sekuritas menilai kinerja PTBA pada kuartal III-2026 menunjukkan hasil positif, terutama ditopang kenaikan ASP dan volume penjualan secara kuartalan.
Untuk periode mendatang, Stockbit Sekuritas memperkirakan harga dan permintaan batu bara masih relatif tinggi. Prospek tersebut didukung krisis energi berkepanjangan akibat konflik Timur Tengah serta peningkatan kebutuhan batu bara menjelang musim dingin pada akhir tahun.
Baca Juga
Target Harga Saham Bukit Asam (PTBA) Direvisi Naik, Laba Melonjak dan Potensi Dividen 10%
Namun, kenaikan ASP PTBA pada kuartal III-2026 mulai melandai dibandingkan kuartal sebelumnya. Dari sisi operasional, perseroan juga masih harus mengejar volume penjualan 17,3 juta ton pada kuartal IV-2026 untuk memenuhi target tahunan 49,5 juta ton.
“Dengan asumsi harga batu bara tetap tinggi dan volume penjualan relatif stabil, PTBA berpotensi membukukan laba bersih setidaknya Rp 6,2 triliun sepanjang 2026. Proyeksi tersebut setara dengan 117% dari estimasi laba bersih konsensus analis untuk 2026,” tulisnya.
Tidak hanya prospek laba, PTBA juga memiliki potensi menawarkan dividen yang menarik. Dengan asumsi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) sebesar 45%, sama seperti tahun buku 2025, perseroan diperkirakan membagikan dividen sekitar Rp 242 per saham untuk tahun buku 2026.
