Insiden Binance Picu Tekanan Pasar Kripto, Harga Bitcoin Terkoreksi 7,25% pada Oktober
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran US$77.500 pada penutupan perdagangan Oktober 2026. Dengan posisi tersebut, aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini tercatat melemah sekitar 7,25% dibandingkan harga pembukaan bulan yang berada di sekitar US$83.555. Pelemahan tersebut terjadi setelah Bitcoin mengalami tekanan jual pada 30 Oktober, menyusul insiden keamanan yang melibatkan Binance, exchange kripto terbesar dunia. Harga Bitcoin sempat turun ke kisaran US$76.443 sebelum kembali bergerak naik ke sekitar US$77.400.
Angka US$76.443 yang dicatat CryptoTicker menjadi salah satu acuan level terendah pascainsiden. Sementara itu, CoinDesk mencatat level terendah sekitar US$76.460. Perbedaan angka tersebut mencerminkan variasi data antarpenyedia dan bursa perdagangan.
Dari posisi sekitar US$77.400, Bitcoin masih membutuhkan kenaikan lebih dari 2% untuk kembali mencapai level US$79.000. Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut dan harga menembus area US$76.443, pasar berpotensi kembali menguji zona US$75.000–US$75.200 yang sebelumnya menjadi perhatian dalam analisis teknikal.
Pasar prediksi Polymarket pada 31 Oktober mencatat probabilitas Bitcoin menyentuh US$75.000 sebelum akhir bulan berada di kisaran 1%–2%. Kontrak untuk level tersebut diperdagangkan mendekati 1,5 sen, dengan volume perdagangan sekitar US$1,27 juta.
Sementara itu, kontrak Polymarket untuk kemungkinan Bitcoin turun ke US$77.000 pada 31 Oktober menunjukkan probabilitas hampir 48%. Adapun pasar mingguan periode 26 Oktober hingga 1 November mencatat probabilitas Bitcoin mencapai US$78.000 sekitar 69%.
Baca Juga
Suku Bunga The Fed Bertahan, Prospek Bitcoin Masih Dibayangi Ketidakpastian
Menilik data Coinmarketcap, Minggu (1/11/2026) pukul 06.45 WIB, pasar kripto bergerak beragam, meski mayoritas masih mengalami pelemahan harga. Namun Bitcoin berhasil menguat tipis 0,26% dalam sehari ke US$ 77.393. Total kapitalisasi pasar secara keseluruhan menjadi US$ 2,6 triliun, usai naik 0,09%.
Tekanan dari Binance dan Likuidasi
Tekanan terhadap Bitcoin pada akhir Oktober turut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk insiden keamanan Binance, arus keluar dana dari produk exchange-traded fund (ETF), serta kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).
Insiden keamanan Binance menjadi salah satu pemicu tekanan pasar. Dampak pelanggaran keamanan tersebut diperkirakan mencapai US$6,3 miliar. CoinDesk melaporkan, posisi kripto dengan leverage senilai sekitar US$1,53 miliar mengalami likuidasi dalam periode 24 jam.
Baca Juga
Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap pasar kripto, terutama pada perdagangan aset dengan penggunaan leverage. Pergerakan harga Bitcoin pada akhir Oktober pun menunjukkan bahwa aset tersebut berada jauh lebih dekat dengan level US$76.000 dibandingkan posisi awal bulan di atas US$83.000.
Meski demikian, angka penurunan bulanan masih dapat berubah hingga periode perdagangan Oktober resmi berakhir. Perbedaan data dari sejumlah penyedia juga perlu diperhatikan karena menggunakan sumber harga, pasangan perdagangan, dan waktu pencatatan yang berbeda.
