Pendapatan Petrindo (CUAN) Meroket hingga Kuartal III-2026, Kok Pemegang Saham Induk Malah Tekor US$22,39 Juta?
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), emiten batu bara yang dikendalikan Prajogo Pangestu, berbalik mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$ 22,39 juta hingga September 2026, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba atribusi US$ 16,14 juta.
Rugi bersih tersebut dipengaruhi lonjakan laba bersih yang diatribusikan kepada kepentingan non pengendali dari US$ 2,29 juta hingga September 2025 menjadi US$ 92,33 juta hingga akhir kuartal III-2026. Hal ini menjadikan CUAN alami rugi per saham pemilik entitas induk per September 2026.
Baca Juga
Laba Barito Pacific (BRPT) Ambles 60,74% per September 2026, Ini Pemicunya
Rugi atribusi kepada pemilik entitas induk tersebut berbanding terbalik dengan lompatan pendapatan CUAN menjadi US$ 1,11 miliar hingga 30 September 2026, terjadi kenaikan 39,52% dari periode sama tahun sebelumnya US$ 796,62 juta.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026 yang tidak diaudit, pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bruto perseroan menjadi US$ 143,41 juta, meningkat 67,80% dibandingkan US$ 85,47 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha Petrindo Jaya (CUAN) juga naik sebanyak 62% menjadi US$ 133,59 juta, dibandingkan US$82,47 juta pada September 2025.
Baca Juga
Laba Atribusi Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78,43% hingga September 2026, Ini Pemicunya
Dari sisi bottom line, Petrindo Jaya (CUAN) mencatatkan laba neto periode berjalan sebesar US$ 69,94 juta hingga September 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 279,4% dibandingkan laba bersih US$ 18,43 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Dalam periode tersebut, perseroan mencatatkan beban keuangan sebesar US$ 87,87 juta. Sementara itu, manfaat pajak penghasilan neto mencapai US$11,55 juta.
Meski demikian, pertumbuhan laba bersih secara konsolidasi tersebut belum mencerminkan peningkatan keuntungan bagi pemegang saham entitas induk. Pasalnya, dari total laba neto periode berjalan sebesar US$ 69,94 juta, bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 22,39 juta. Kondisi tersebut berbalik dibandingkan September 2025, ketika CUAN masih membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 16,14 juta.
