Bhineka Inovasi (BIKE) Raih Kontrak Rp 3,8 Triliun dari PLN, Garap PLTMG di Bali
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) melalui anak usahanya, PT Karya Bersinar Indonesia (KBI), meraih kontrak pekerjaan senilai Rp 3,8 triliun dari PLN Indonesia Power. Kontrak tersebut mencakup proyek engineering, procurement and construction (EPC) Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) di Bali.
Manajemen BIKE dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (31/10/2026), menyebutkan bahwa kontrak jumbo ini menjadi langkah penting BIKE dalam memperluas portofolio bisnis di sektor energi dan infrastruktur ketenagalistrikan. Proyek tersebut juga berpotensi memberikan tambahan pendapatan usaha bagi perseroan yang akan direalisasikan secara bertahap sesuai progres pekerjaan.
Manajemen BIKE menyampaikan bahwa proyek PLTMG tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas pasokan listrik nasional, meningkatkan fleksibilitas dan keandalan sistem kelistrikan, serta mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Pasokan listrik yang andal akan memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Selain itu, proyek ini diharapkan turut mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah.
Baca Juga
Tuntaskan Akuisisi 72% Saham Tambang Batu Bara, Bhineka Inovasi (BIKE) Lewat Anak Usaha Ini
“Bagi BIKE, kontrak senilai Rp3,8 triliun tersebut tidak hanya memperkuat portofolio bisnis, tetapi meningkatkan rekam jejak dan kapabilitas grup dalam mengerjakan proyek ketenagalistrikan berskala besar.
Keberhasilan pelaksanaan proyek diharapkan dapat memperkuat kepercayaan mitra bisnis, membuka peluang perolehan kontrak berikutnya, serta memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham,” tulisnya.
Perolehan kontrak dari PLN Indonesia Power ini menambah deretan langkah ekspansi BIKE di sektor energi. Sebelumnya, perseroan juga telah menyelesaikan akuisisi 72% saham perusahaan tambang batu bara, PT Berau Usaha Mandiri (BUM), yang berlokasi di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur.
Baca Juga
Laba Indika Energy (INDY) Meroket 200,3% Jadi US$ 42 Juta hingga September 2026
Akuisisi tersebut dilakukan melalui PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), anak perusahaan PT Fahreza Duta Perkasa (FDP). Adapun FDP merupakan anak perusahaan PT Fahreza Bumi Mega (FBM) yang berada di bawah kendali BIKE. BUM memiliki area tambang sekitar 500 hektare. Dari total area tersebut, sekitar 400 hektare telah dieksplorasi dengan cadangan terbukti batu bara mencapai sekitar 22 juta metrik ton.
Setelah akuisisi, tambang tersebut ditargetkan mampu memproduksi sekitar 1,5 juta hingga 2,5 juta metrik ton batu bara per tahun. Manajemen BIKE menegaskan bahwa akuisisi BUM merupakan bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha perseroan di sektor energi.
Hingga kini, transaksi saham saham BIKE masih dihentikan sementara oleh BEI setelah terjadi kenaikan harga yang signifikan. Berdasarkan data TradingView, saham BIKE telah melesat 355,75% dalam sebulan hingga mencapai Rp 5.150 sebelum terkena penghentian sementara perdagangan atau suspensi.
