Tuntaskan Akuisisi 72% Saham Tambang Batu Bara, Bhineka Inovasi (BIKE) Lewat Anak Usaha Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) memperluas portofolio bisnis di sektor energi melalui penyelesaian akuisisi 72% saham perusahaan tambang batu bara, PT Berau Usaha Mandiri (BUM), yang berlokasi di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur.
BIKE dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (29/10/2026) menyebutkan bahwa akuisisi BUM dilakukan oleh PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), anak perusahaan PT Fahreza Duta Perkasa (FDP). FDP merupakan anak perusahaan PT Fahreza Bumi Mega (FBM), yang berada di bawah kendali BIKE.
Baca Juga
Laba Chandra Daya (CDIA) Anjlok 61,5% hingga September 2026, Terseret Beban Keuangan
BUM memiliki area tambang sekitar 500 hektare. Dari total area tersebut, sekitar 400 hektare telah dieksplorasi dengan cadangan terbukti batu bara mencapai sekitar 22 juta metrik ton. Usai diakuisisi, tambang tersebut ditargetkan memproduksi sekitar 1,5 juta hingga 2,5 juta metrik ton batu bara per tahun.
Manajemen BIKE menegaskan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha BIKE di sektor energi. Perseroan menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada pihak terkait sesuai perkembangan proyek dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku bagi perusahaan tercatat.
Baca Juga
Di tengah ekspansi bisnis tersebut, saham BIKE telah mengalami kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Berdasarkan data TradingView, saham BIKE telah melesat 355,75% dalam sebulan menjadi Rp5.150 sebelum terkena penghentian sementara perdagangan atau suspensi.
Dipicu lompatan harga tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham BIKE di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi pra-pembukaan pada 20 Oktober 2026 hingga pengumuman lebih lanjut. Suspensi tersebut bagian dari perlindungan bagi investor.
