SegSegmen Derivatif Topang Kinerja Indokripto Koin Semesta (COIN) di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Segmen derivatif menjadi penopang kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) di tengah koreksi pasar aset kripto sepanjang 2026. Kontribusi segmen tersebut terhadap pendapatan perseroan mencapai 48,1% pada kuartal III 2026 atau hampir separuh dari total pendapatan.
Pendapatan COIN dari segmen derivatif tercatat sebesar Rp15,08 miliar pada kuartal III 2026, meningkat 24,6% secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ) dibandingkan Rp12,1 miliar pada kuartal II 2026. Secara kumulatif, kontribusi derivatif terhadap pendapatan perseroan selama sembilan bulan 2026 mencapai 36,7%, naik dari 20,1% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama COIN Ade Wahyu mengatakan, produk derivatif mulai menjadi salah satu mesin pertumbuhan perseroan. "Peningkatan tersebut didukung pengembangan instrumen dan perluasan layanan derivatif bersama perusahaan anak," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (30/10/2026).
Menurut Ade, potensi pertumbuhan segmen ini masih terbuka karena baru enam dari total 21 anggota bursa PT Central Finansial X (CFX) yang menyediakan layanan derivatif kepada konsumen.
Baca Juga
Di sisi industri, data internal CFX menunjukkan nilai transaksi spot aset kripto sepanjang sembilan bulan 2026 mencapai Rp216,40 triliun, sedangkan transaksi derivatif sebesar Rp43,13 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika transaksi spot mencapai Rp363,04 triliun dan derivatif Rp44,91 triliun.
Kondisi pasar tersebut turut memengaruhi kinerja keuangan COIN. Pendapatan perseroan selama sembilan bulan 2026 tercatat Rp105,17 miliar, turun 48,6% dibandingkan Rp204,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan pada kuartal III/2026 mencapai Rp31,39 miliar, terkoreksi 2,8% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Meski pendapatan mengalami penurunan, COIN menyatakan tetap menjaga kondisi keuangan dan likuiditas. Hingga akhir September 2026, perseroan mencatatkan aset lancar sebesar Rp378,9 miliar atau sekitar 15 kali lipat dari total liabilitas sebesar Rp24,5 miliar.
Perseroan juga mencatat penurunan liabilitas dibandingkan posisi awal tahun seiring langkah pengurangan utang (deleveraging) yang dilakukan sepanjang 2026.
Ade mengatakan, kondisi keuangan tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan pengembangan bisnis dan memperkuat infrastruktur perusahaan anak, termasuk Bursa Kripto CFX dan kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (Indonesia Coin Custodian/ICC).
Baca Juga
RUPST Indokripto Koin Semesta (COIN) Restui Tahan Laba, Fokus Perkuat Modal dan Infrastruktur
COIN juga melihat peluang pengembangan bisnis dari instrumen dan penggunaan baru yang diakomodasi dalam revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
“Kami tidak menempatkan perseroan sebagai pihak yang menunggu siklus berbalik. Fondasi keuangan yang terjaga memberi kami ruang untuk bergerak lebih awal, memperkuat segmen yang terbukti tumbuh, memperdalam kapabilitas infrastruktur perusahaan anak, dan memastikan perseroan siap ketika ruang baru terbuka di industri aset keuangan digital,” ujar Ade.
