Bagikan

Pasar Kripto Alami Tekanan di Kuartal I, Begini Dampaknya ke Kinerja Indokripto Koin Semesta (COIN)

Poin Penting

Koreksi harga, penurunan kapitalisasi global hingga 45%, dan turunnya volume transaksi berdampak pada penurunan pendapatan COIN sebesar 18% serta membuat EBITDA dan laba bersih menjadi negatif.
Volume transaksi global turun 39,1%, sementara di Indonesia turun 31% YoY menjadi Rp75,8 triliun, mencerminkan kondisi “risk off” akibat ketidakpastian ekonomi global.
Pendapatan derivatif melonjak 125% YoY dan berkontribusi 27,6% terhadap total pendapatan, dengan potensi besar ke depan karena rasio pasar derivatif Indonesia masih jauh di bawah global.

JAKARTA, investortrust.id - Kinerja keuangan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) terdampak oleh kondisi pasar aset kripto yang dipenuhi tekanan pada kuartal I 2026. Kombinasi dari koreksi harga aset kripto, kapitalisasi pasar yang menyusut, serta penurunan volume transaksi menjadi penyebab di balik tertekannya industri aset kripto.

Mengawali tahun ini, mayoritas aset kripto mengalami koreksi yang cukup tajam. Kondisi tersebut menggerus kapitalisasi pasar aset kripto global sebesar 45% dari US$4,4 triliun menjadi US$2,4 triliun per 31 Maret 2026, yang imbasnya turut membuat volume transaksi turun hingga 39,1% menjadi US$2,7 triliun sepanjang kuartal I 2026.

Tren serupa juga terjadi di pasar aset kripto domestik. Volume transaksi mengalami penurunan 31% secara year on year menjadi Rp75,8 triliun sepanjang periode Januari hingga Maret 2026. Akibatnya, total pendapatan perseroan turut mengalami kontraksi sebesar 18% dari Rp50,63 miliar di kuartal I 2025 menjadi Rp41,49 miliar pada kuartal I 2026.

Baca Juga

Indokripto Koin Semesta (COIN) Catat EBITDA Rp 131 Miliar, Pendapatan Melonjak Lebih dari 180% di 2025

Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), Ade Wahyu, menjelaskan bahwa penurunan kinerja perseroan tidak terlepas dari dinamika pasar aset kripto sepanjang kuartal I 2026. Bahkan, tekanan tersebut turut berimbas pada EBITDA dan laba bersih perseroan menjadi negatif.

“Salah satu yang memicu kondisi tersebut adalah perilaku risk off konsumen akibat makroekonomi global yang tidak stabil karena ketegangan geopolitik dan pengetatan likuiditas. Dengan turunnya nilai transaksi aset kripto, akhirnya berimbas negatif terhadap kinerja fundamental perseroan,” katanya dalam siaran pers, Jumat (1/5/2026).

Walaupun demikian, Ade berpandangan bahwa dinamika tersebut merupakan bagian dari siklus pasar yang bersifat sementara. Mengingat masih adanya segmen derivatif yang mampu menopang kinerja perusahaan di tengah pasar aset kripto yang dinamis.

Tercatat, sepanjang kuartal I 2026, pendapatan COIN dari segmen perdagangan derivatif berhasil melonjak 125% secara year on year (YoY) menjadi Rp11,4 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,1 miliar. Pertumbuhan impresif ini membuat segmen derivatif berkontribusi hingga 27,6% terhadap keseluruhan total pendapatan perseroan, sekaligus memposisikannya sebagai kunci penting penopang pertumbuhan pendapatan di masa depan.

Baca Juga

Indokripto (COIN) Raih Penghargaan Best New Listing di Best Stock Awards 2026

Dengan karakteristik two way opportunities, Ade menyebut konsumen dapat memanfaatkan produk derivatif kripto sebagai instrumen lindung nilai (hedging) di tengah koreksi harga. Dari segi potensi, rasio pasar derivatif kripto di Indonesia baru 0,13 kali dari pasar spot, jauh di bawah dari rasio global yang mencapai 5 kali lipat dari pasar spot, sehingga ruang pertumbuhan perseroan masih sangat terbuka.

"Melesatnya segmen derivatif di kuartal I 2026 adalah bukti nyata penerimaan pasar terhadap inovasi Bursa Kripto CFX. Dengan ruang pertumbuhan yang masih sangat luas dibandingkan pasar global, derivatif siap menjadi pilar kekuatan COIN untuk menjaga stabilitas dan memacu kinerja ke depan," tutup Ade.

Sebagai informasi, COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi dua anak usahanya, yaitu PT Central Finansial X (CFX) selaku Bursa Aset Kripto pertama di Indonesia, dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) selaku lembaga penyimpanan aset kripto. Kedua anak usaha COIN tersebut telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024