Laba GOTO Tembus Rp 864 Miliar hingga September 2026, Target EBITDA Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil pertahankan laba bersih sebesar Rp 441 miliar pada kuartal III-2026, berbalik dari rugi bersih Rp 255 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai laba bersih tersebut tunjukkan peningkatan, dibandingkan kuartal I dan II.
Direktur Utama GOTO Hans Patuwo mengatakan, perseroan kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Seiring dengan peningkatan kinerja tersebut, GOTO menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 menjadi Rp 3,5-3,7 triliun, dibandingkan sebelumnya Rp 3,2-3,4 triliun.
“Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah kuartal penuh pertama sejak komisi 8% mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan,” kata Hans dalam keterangan tertulisnya Kamis, (29/10/2026).
Baca Juga
Analis: GOTO Diprediksi Pertahankan Laba di Kuartal III-2026, Fintech Jadi Penopang
Selain itu, GOTO mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 5,6 triliun pada kuartal III-2026, tumbuh 17% secara tahunan. Sementara itu, nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) inti meningkat 89% yoy menjadi Rp194 triliun.
Dengan peningkatan tersebut, laba bersih GOTO sepanjang Januari-September 2026 telah mencapai Rp 864 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi bersih Rp 997 miliar. Pendapatan bersih juga naik 24% dari Rp 13,29 triliun menjadi Rp 16,54 triliun. Adapun laba per saham dasar setara dengan Rp 1,09.
Hans mengatakan, perseroan tetap berfokus pada disiplin operasional dan alokasi modal untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Salah satu langkah yang ditempuh yakni membatalkan 32 miliar saham tresuri atau setara 2,7% dari total saham, serta melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback) saham.
Pembatalan saham tresuri tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026 dan akan efektif dalam dua hingga tiga bulan mendatang setelah seluruh proses regulasi selesai. Langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan proporsi kepemilikan pemegang saham yang ada.
Baca Juga
RUPSLB GOTO Setujui Pembatalan 32 Miliar Saham Tresuri dan Pengunduran Diri Wakil Dirut
Sementara itu, hingga 29 Oktober 2026, GOTO telah menggunakan dana Rp985 miliar untuk membeli kembali 36 miliar saham. Perseroan masih memiliki alokasi dana Rp2,5 triliun untuk buyback berdasarkan persetujuan yang berlaku hingga Juni 2027. Hans menegaskan, perseroan akan terus menjaga kesehatan fundamental bisnis sekaligus memberikan manfaat bagi ekosistemnya.
“Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak dalam ekosistem kami, termasuk jutaan mitra driver. Melalui Program Apresiasi Mitra yang terus kami perluas, kami ingin lebih banyak mitra driver dan keluarga mereka merasakan manfaatnya, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa, hingga Umrah gratis,” tandasnya.
